Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto Sosialisasikan Bahaya Hipertensi

Indah Oceananda • Jumat, 28 Juli 2023 | 11:00 WIB

EDUKASI: Masyarakat tengah menyimak penyampaian bahaya hipertensi yang disampaikan dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Prof dr Soekandar di Puskesmas Pungging, Rabu (26/7).
EDUKASI: Masyarakat tengah menyimak penyampaian bahaya hipertensi yang disampaikan dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Prof dr Soekandar di Puskesmas Pungging, Rabu (26/7).
TEKANAN darah yang meningkat atau hipertensi berisiko merusak seluruh organ tubuh yang dilalui pembuluh darah. Untuk itu, RSUD Prof dr Soekandar mulai mensosialisasikan bahaya hipertensi kepada masyarakat.

Edukasi tersebut kali ini menyasar Puskesmas Pungging. Selain diedukasi, masyarakat juga menjalani pemeriksaan tekanan darah.

Dalam rangka promosi kesehatan, diharapkan wawasan ini mampu diketahui masyarakat sebagai antisipasi mereka dalam menjaga kesehatan. Khususnya terhindar dari penyakit hipertensi.

”Kondisi tekanan darah tinggi sendiri dapat diketahui dengan cara rajin memeriksakan tekanan darah. Untuk orang dewasa minimal memeriksakan darah setiap lima tahun sekali,” kata dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Prof dr Soekandar dr Irien Eko Sp.JP-FIHA.

KOMPAK: Tim manajemen RSUD Prof dr Soekandar menyelenggarakan kegiatan promkes ke Puskesmas Pungging.
KOMPAK: Tim manajemen RSUD Prof dr Soekandar menyelenggarakan kegiatan promkes ke Puskesmas Pungging.

Disebutkannya, seiring bertambahnya usia, kemungkinan mengidap hipertensi akan meningkat.

Selain itu, ada pula faktor pemicu lainnya, seperti konsumsi banyak garam, kelebihan berat badan, faktor keturunan, jarang makan buah, sayuran, olahraga, terlalu banyak minum kopi dan minuman keras.

”Ini dapat memicu terjadinya kenaikan tekanan darah pada tubuh,” imbuhnya.

Seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala yang timbul. Di antaranya sakit kepala, lemas, masalah dalam penglihatan, nyeri dada dan sesak napas, aritmia serta adanya darah dalam urine.

KOMPAK: Tim manajemen RSUD Prof dr Soekandar menyelenggarakan kegiatan promkes ke Puskesmas Pungging.
KOMPAK: Tim manajemen RSUD Prof dr Soekandar menyelenggarakan kegiatan promkes ke Puskesmas Pungging.

”Diagnosis hipertensi sendiri, bisa dicek melalui pengukuran tekanan sistolik dan diastolik. Seseorang dianggap mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan, tekanan darah tetap mencapai 140/90 mmHg atau lebih,” jelas dr Irien.

Dilanjutkannya, bagi sebagian pengidap hipertensi, konsumsi obat harus dilakukan seumur hidup untuk mengatur tekanan darah.

Namun, jika tekanan darah pengidap sudah terkendali melalui perubahan gaya hidup, penurunan dosis obat atau konsumsinya dapat dihentikan.

”Selain itu, obat yang diberikan juga harus diperhatikan apa saja dampak dan efek samping yang timbul pada tubuh sang pengidap.

EDUKASI: Masyarakat tengah menyimak penyampaian bahaya hipertensi yang disampaikan dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Prof dr Soekandar di Puskesmas Pungging, Rabu (26/7).
EDUKASI: Masyarakat tengah menyimak penyampaian bahaya hipertensi yang disampaikan dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Prof dr Soekandar di Puskesmas Pungging, Rabu (26/7).

Selain konsumsi obat-obatan, lanjut dr Irien, pengobatan hipertensi juga bisa dilakukan melalui terapi relaksasi, semisal terapi meditasi atau yoga. Terapi tersebut bertujuan untuk mengendalikan stres dan memberikan dampak relaksasi bagi pengidap hipertensi.

Pengobatan terhadap hipertensi juga tidak akan berjalan lancar jika tidak disertai dengan perubahan gaya hidup.

”Menjalani pola makan dan hidup sehat, serta menghindari konsumsi kafein dan garam yang berlebihan juga harus dilakukan,” pungkasnya. (oce/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#Tekanan #sosialisasi #Majapahit #pungging #kota #rsud #mojosari #kabupaten #jantung #soekandar #darah #mojokerto #tinggi #hipertensi #dokter #onde-onde