MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – RSUD Prof dr Soekandar mengalihkan pelayanan poli dengan menempati bekas ruang rawat inap hingga lobi ruang tunggu. Pun demikian dengan pelayanan instalasi gawat darurat (IGD) yang juga bakal digeser dengan memanfaatkan lorong gedung. Pengalihan sementara itu menyusul persiapan pelaksanaan dua paket proyek yang akan digulirkan tahun ini.
Direktur RSUD Prof dr Soekandar dr Djalu Naskutub mengungkapkan, pengalihan pelayanan poli di rumah sakit pelat merah ini telah dilakukan secara bertahap. Dari total 19 poli, hingga Senin (27/2) sebanyak 16 pelayanan rawat jalan telah dilakukan pengalihan. ”Tinggal tiga poli yang belum,” terangnya kemarin.
Di antaranya adalah poli jiwa, poli jantung, serta poli gigi. Ketiga pelayanan tersebut hingga kini masih menempati eks gedung SDN Mojosari. Sementara itu, sebanyak 16 pelayanan poli lainnya telah diboyong masuk ke dalam area RSUD Prof dr Soekandar.
Djalu menyatakan, pengalihan poli disebar ke beberapa ruang yang sebelumnya tak difungsikan. ”Memang kita pecah-pecah ruangannya. Ada yang di ruang rawat inap lama yang tidak kita pakai,” tandas dia.
Sedangkan sebagian poli lainnya juga memanfaatkan lobi gedung. Ruangan yang sebelumnya merupakan ruang tunggu tersebut disekat dan dijadikan ruang pelayanan rawat jalan. Selain itu, juga terdapat pelayanan poli juga ditempatkan di bekas ruang isolasi. ”Karena pelayanan poli banyak, akhinya di lobi tiga gedung juga kita pakai semua,” tandas dia.
Dia menambahkan, proses pengalihan layanan poli ditarget rampung di awal Maret nanti. Sebab, bekas gedung SDN Mojosari di Jalan Hayam Wuruk bakal dikosongkan. Bangunan lama bakal dirombak menjadi gedung poli terpadu empat lantai dengan pagu Rp 39 miliar.
Pengalihan layanan medis juga akan disusul untuk IGD. Menurutnya, penanganan kegawatdaruratan telah disiapkan dengan memanfaatkan lorong gedung RSUD. Ruang terbuka yang dulu jadi ruang tunggu pasien rawat jalan di poli paru itu kini telah dibangun menjadi ruang tertutup.
Hanya saja, proses pemindahan layanan kegawatdaruratan akan dilakukan menjelang pelaksanaan pembangunan IGD terpadu. Karena paket proyek dengan pagu Rp 42,2 miliar tersebut saat ini masih dalam proses tender. ”Nanti begitu sudah ada pemenang, kita tinggal proses untuk pemindahan saja,” imbuh Djalu. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah