Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ratusan Kantong Darah Terinfeksi Penyakit Menular

Fendy Hermansyah • Sabtu, 17 September 2022 | 19:52 WIB
STERIL: Petugas PMI Kota Mojokerto meletakkan stok kantong darah yang sudah diuji skrining ke dalam mesin penyimpanan, kemarin. (Indah Oceananda/Jawa Pos Radar Mojokerto)
STERIL: Petugas PMI Kota Mojokerto meletakkan stok kantong darah yang sudah diuji skrining ke dalam mesin penyimpanan, kemarin. (Indah Oceananda/Jawa Pos Radar Mojokerto)
Didominasi Hepatitis B hingga Sifilis

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto membuang ratusan kantong darah yang terinfeksi penyakit menular. Tak main-main, kantong darah itu terinfeksi penyakit menular seperti hepatitis, sifilis hingga HIV.

Humas PMI Kota Mojokerto Dimas Hariadi mengatakan, sejak Januari hingga Agustus lalu, pihaknya menemukan 120 kantong darah yang terinfeksi penyakit menular. Rincinya, 45 kantong terindikasi penyakit Hepatitis B, 30 kantong terindikasi Hepatitis C, dan 39 kantong terindikasi HIV dan sisanya karena penyakit sifilis. ’’Sifilis paling sedikit. Delapan bulan ini ada enam yang terindikasi penyakit sifilis,” ujarnya.

Dimas menambahkan, kantong darah yang terinfeksi penyakit menular diketahui setelah melewati tahap pemeriksaan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). Pemeriksaan IMLTD sendiri, sambung dia, dilakukan setelah darah diambil dari pendonor dan sejumlah pemeriksaan lainnya. Adapun, sesuai parameter PMI, pemeriksaan IMLTD meliputi uji skrining keempat penyakit tersebut.

Dikatakannya, jika hasil dari IMLTD dinyatakan reaktif, maka darah tersebut akan dilakukan pemisahan dari kantong darah lainnya. Sebab, kantong darah yang terinfeksi penyakit menular otomatis tak bisa digunakan dan harus dibuang. ’’Kalau hasilnya reaktif, kantong darah tersebut akan dipisahkan dengan stok darah lain untuk dimusnahkan,” tutur Dimas.

Lebih lanjut, Dimas menuturkan pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada pendonor yang darahnya terinfeksi virus. Tujuannya untuk memberikan informasi ke yang bersangkutan, jika darah yang didonor bermasalah. Sekaligus untuk memutus mata rantai penularan penyakit menular tersebut kepada orang lain. ’’Sehingga, setelahnya pendonor kita arahkan untuk tidak transfusi darah dulu sementara waktu dan melakukan pemeriksaan ke faskes terdekat,” ulasnya. (oce/ron)


Editor : Fendy Hermansyah
#pmi kota mojokerto #kantong darah #terinfeksi penyakit menular