Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Didominasi Perilaku Seks Bebas, Banyak Ibu Rumah Tangga Tertular

Fendy Hermansyah • Rabu, 7 September 2022 | 15:24 WIB
’’Tertular dari suaminya yang sering jajan di luar. Kita pendampingan selalu banyak dari kalangan ibu rumah tangga ketimbang penjaja seks atau waria” ujar  Nurna Kurnia Dewi, Penyuluh Program HIV/AIDS KPA Kabupaten Mojokerto
’’Tertular dari suaminya yang sering jajan di luar. Kita pendampingan selalu banyak dari kalangan ibu rumah tangga ketimbang penjaja seks atau waria” ujar Nurna Kurnia Dewi, Penyuluh Program HIV/AIDS KPA Kabupaten Mojokerto
Penularan HIV/AIDS Kian Memprihatinkan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perilaku seks bebas menjadi penyebab yang mendominasi dari penularan HIV/AIDS di Kabupaten Mojokerto. Sedangkan, penggunaan jarum suntik secara bergantian, menjadi penyebab yang tak signifikan.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Mojokerto mendata, sepanjang tahun ini, sebanyak 103 penderita HIV tertular dari perilaku seks bebas. Bahkan penggunaan jarum suntik secara bergantian dan transfusi darah tidak menjadi penyebab signifikan dalam penularan penyakit tersebut. ’’Sampai dengan Juli kemarin ada 103 kasus baru. Penyebabnya 95 persen dari hubungan seks bebas,” ujar penyuluh program HIV/AIDS KPA Kabupaten Mojokerto Nurna Kurnia Dewi, kemarin.

Dewi melanjutkan, dari ratusan penderita itu, , banyak mereka yang merupakan ibu rumah tangga. Mereka tertular dari suaminya sendiri. ’’Tertular dari suaminya yang sering jajan di luar. Kita pendampingan selalu banyak dari kalangan ibu rumah tangga ketimbang penjaja seks atau waria,” terangnya.

Menurut Dewi, mayoritas pekerja seks komersil (PSK) dan waria justru telah memiliki kesadaran untuk melakukan hubungan seks secara aman. Karena, selain melindungi pengguna jasa, mereka juga sadar untuk menjaga kesehatan mereka sendiri. ‘’Masalahnya, menurut pengakuan beberapa dampingan kami, justru (pria) yang dilayani yang menolak menggunakan pengaman meski sudah ditawarkan,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, selain diberikan pendampingan dari KPA, penderita juga selalu diarahkan menjalani pengobatan rutin. Bagi para penderita, pengobatan rutin dilakukan terpusat di RSUD Prof dr Soekandar. ”Karena masih belum ada obat penyembuhnya. Jadi, untuk meminimalisir penularannya kita pakai obat ARV, semua pengobatan HIV/AIDS terpusat dilakukan di RSUD,” terangnya.

Mantan Kepala Puskesmas Pungging ini menyebutkan, dari total kasus akumulatif 12 tahun, kalangan ibu rumah tangga paling mendominasi tertular penyakit ini. Agus memastikan, kasus HIV/AIDS ini akan terus bertambah hingga akhir tahun nanti. Apalagi, setelah masifnya skrining dini di lingkup masyarakat. ’’Agustus kemarin sudah gencar bahkan kita sudah melakukan pemeriksaan juga di kalangan pelajar. Tapi, datanya belum lengkap. Insyaallah segera kami tuntaskan pendataannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Mojokerto kian memprihatinkan. Sejak tujuh bulan terakhir, terdeteksi sebanyak 103 kasus baru. Temuan ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 45 kasus. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#kasus hiv aids #hiv aids #penderita hiv aids