Ancaman pencemaran zat berbahaya pada makanan dan minuman (mamin) di tingkat desa diantisipasi Pemerintah Desa (Pemdes) Bejijong. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto digandeng dalam gelaran Bimtek Sinergi Keamanan Pangan pada 22-23 September untuk memperkuat sistem keamanan pangan dari hulu ke hilir.
PENYULUHAN ini fokus pada peningkatan pemahaman, kesadaran, serta kepedulian masyarakat terhadap pengolahan pangan yang higienis. Pokja PKK Kabupaten Mojokerto, TP PKK Desa Bejijong, Puskesmas Trowulan, kader kesehatan, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM kuliner dilibatkan dalam kegiatan ini.
Tak lain, untuk mengoptimalkan output dari kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut. Seluruh peserta dibekali pemahaman komprehensif untuk membentengi kesehatan warga dari risiko cemaran biologis dan kimiawi pada produk pangan.
Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna mengungkapkan, keamanan pangan bermula dari ketelitian warga dalam tahap memilih bahan mentah. ”Keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga mencakup bagaimana bahan pangan dipilih, diolah, disimpan, hingga disajikan kepada keluarga maupun masyarakat,” ujarnya, Kamis (1/10).
Dalam bimtek tersebut, aspek-aspek praktis pengolahan pangan higienis ditekankan. Mulai dari kebiasaan menjaga kebersihan tangan dan peralatan, teknik penyimpanan yang tepat, penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang sesuai regulasi, hingga standar pengemasan produk yang aman. ”Masyarakat juga diharapkan semakin teliti dalam memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi,” jelasnya.
Para kader yang dilibatkan, lanjut Pradana, diharapkan menjadi garda terdepan penular wawasan keamanan pangan di lingkungan keluarga. Sementara kalangan guru menanamkan kebiasaan konsumsi jajan sehat pada peserta didik sejak dini.
Melalui kolaborasi ini, Pemdes Bejijong optimistis mampu menciptakan lingkungan desa yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit akibat makanan tercemar. ”Pada prinsipnya, gerakan keamanan pangan ini untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan mencegah makanan dan minuman dari kontaminasi zat berbahaya,” pungkasnya. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto