Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Fokus Program Pendidikan, Pembangunan Jalan, hingga Jamban Sehat 

Indah Oceananda • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB
PAPARAN PROGRAM: Musrenbangdes tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) TA 2027 dan Daftar Usulan RKPDes Tahun 2028 yang digelar Pemdes Bicak, Kecamatan Trowulan, Kamis (24/9). (Indah/JPRM)
PAPARAN PROGRAM: Musrenbangdes tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) TA 2027 dan Daftar Usulan RKPDes Tahun 2028 yang digelar Pemdes Bicak, Kecamatan Trowulan, Kamis (24/9). (Indah/JPRM)

Pemerintah Desa (Pemdes) Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, resmi menetapkan arah pembangunan desa tahun anggaran 2027 melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar di gedung serbaguna desa setempat, Kamis (24/9). Forum tahunan tersebut menjadi penentu utama skala prioritas pembangunan desa ke depan. 

DI tengah keterbatasan anggaran Dana Desa (DD), Pemdes Bicak dituntut jeli dalam menentukan program yang paling mendesak dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.  Kepala Desa Bicak Yunita Dwi Ratnasari menyampaikan, selain program prioritas yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 16 Tahun 2025, pihaknya menetapkan tiga fokus utama penggunaan DD 2027.  

”Tiga prioritas itu berfokus pada pemberian insentif bagi tenaga pendidik, pembangunan jalan lingkungan paving, serta pembangunan sanitasi berupa jamban sehat bagi warga kurang mampu,” katanya, Minggu (27/9). 

Menurut Yunita, dari hasil penjaringan aspirasi warga dan data di lapangan, masih ditemukan sejumlah keluarga yang memiliki jamban tidak layak. Kondisi ini dinilai sangat berkaitan dengan kesehatan lingkungan dan kesehatan keluarga, termasuk pencegahan stunting. 

”Pemdes fokus pembangunan jamban warga, karena berkaitan dengan kesehatan keluarga. Karena di tengah keterbatasan dana desa, kepala desa harus menentukan arah prioritas pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, yakni melalui pembangunan jamban warga yang kurang mampu dan kondisi jambannya tidak layak,” tegasnya. 

Selain fokus pada infrastruktur dasar, Pemdes Bicak juga melakukan terobosan inovasi di bidang pendidikan melalui kolaborasi aktif dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Bicak. BUMDes yang selama ini bergerak di bidang usaha produktif desa tersebut, tahun depan akan menyalurkan program beasiswa kuliah bagi warga Desa Bicak yang berprestasi dan kurang mampu. 

”Inovasi kepala desa kolaborasi dengan BUMDes Makmur Bicak. Jadi tahun depan insya Allah ada tiga orang yang telah terverifikasi akan mendapatkan beasiswa kuliah dari BUMDes,” imbuh Yunita.

Program beasiswa tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat anak muda desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sekaligus menjadi bukti BUMDes tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial bagi warga. 

Terkait aspirasi lain yang muncul dalam Musrenbangdes, seperti usulan pembangunan jalan cor, drainase lingkungan, hingga jembatan penghubung dusun, Yunita memastikan seluruh usulan tersebut tetap ditampung dan menjadi catatan prioritas. 

Namun, karena tidak semua bisa dicover melalui DD yang terbatas, pihaknya akan melakukan langkah eskalasi dan sinergi dengan pemerintah di atasnya. ”Tapi tetap untuk menampung usulan pembangunan jalan cor, drainase, jembatan dan lain-lain, kami akan terus melakukan eskalasi dengan pemerintahan yang lebih tinggi untuk dapat membantu realisasi pembangunan yang tidak cukup dianggarkan melalui DD,” tandasnya. 

Dengan ditetapkannya hasil Musrenbangdes ini, Pemdes Bicak berharap pembangunan tahun 2027 dapat berjalan lebih terencana, transparan, dan berkeadilan, dengan mengedepankan kebutuhan dasar masyarakat sebagai prioritas utama. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
rubrik desa kita musrembangdes Desa Bicak kecamatan trowulan