Pemerintah Desa (Pemdes) Dilem turut memberi perhatian terhadap aspek penerangan jalan. Perangkat penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) dihadirkan sebagai upaya peningkatan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan saat mengakses ruas jalan desa.
KEPALA Desa Dilem Heru menjelaskan, perangkat PJU yang memanfaatkan energi matahari ini disebar di empat titik yang dinilai minim penerangan. ”Harapan kami keberadaan PJUTS ini benar-benar bisa dirasakan dan dimanfaatkan oleh seluruh warga desa secara berkelanjutan,” ungkapnya, Kamis (24/9).
Ia menjelaskan, fasilitas PJUTS ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Aspek penerangan jalan ulum ini menjadi perhatian pemdes sebagai upaya optimalisasi dan pelengkapan sarana dan prasarana jalan desa.
Pemilihan perangkat PJUTS ketimbang penerangan lampu konvensional mempertimbangkan banyak hal, utamanya aspek energi keberlanjutan. Komponen panel surya yang mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik, membuat sarpras jalan ini mampu menghemat biaya lantaran tak bergantung pada pasokan listrik PLN. Terlebih, perangkat PJUTS ini dinilai lebih awet dan tahan hingga tujuh tahun jika dirawat rutin dengan baik.
”Tentunya kami lakukan monitoring serta perawatan secara berkala agar PJUTS ini bisa berfungsi dan memberikan manfaat dengan optimal,” tandas Heru. Ia menegaskan, bukan tidak mungkin ke depan Pemdes Dilem akan menambah jumlah perangkat PJUTS di ruas jalan desa. Pemanfaatan energi terbarukan yang berdampak pada lingkungan desa yang lebih nyaman jadi faktor utamanya. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto