Apapun program yang digulirkan bersama tidak akan berjalan jika tidak didasari kesadaran secara individu dan berlandaskan kepentingan bersama. Ini seperti yang dilakukan pemuda di Desa Awang-Awang.
WARGA Dusun Meduran, Desa Awang-Awang ini telah sepakat menghidupkan kembali tradisi yang sempat meredup. Sebut saja, tradisi jimpitan dan poskamling (ronda). Para pemuda Dusun Meduran, khususnya di RT 003 ini sepakat untuk menghidupkan tradisi tersebut. ’’Iya benar, kami (pemuda) RT 003 ini telah menjalankan Jimpitan dan menghidupkan poskamling sejak akhir bulan Agustus kemarin,’’ kata Sigit Agung, pemuda RT kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Senin (7/9) malam.
Sigit sapaan akrabnya ini mengatakan, beberapa tradisi ini kami hidupkan kembali berdasarkan musyawarah warga setempat. ’’Awalnya kita mengumpulkan warga, khususnya RT 003 dengan mengundang Ketua RT dan Kepala Dusun di Balai Dusun Meduran,’’ tandasnya.
Setelah menemukan kata sepakat. Uang jimpitan ini kami kumpulkan tiap hari di dalam kaleng tempat rokok yang ada di depan rumah. ’’Minimal uang jimpitan ini hanya Rp 500 per hari dan bisa lebih yang penting ikhlas,’’ ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk pengambilan uang jimpitan ini dilakukan waktu malam dan bergantian. ’’Uang jimpitan ini diambil pukul 23.00. Yang bertugas pengambilan yakni yang jaga poskamling saat itu,’’ terang Sigit.
Ia mengungkapkan, hal ini tidak akan berjalan jika tidak didasarkan kesadaran secara individu. ’’Memang untuk melakukan hal yang positif itu agak susah. Menyamakan persepsi untuk saling peduli sesama memang berat,’’ tegasnya.
Ia menambahkan, dengan adanya jimpitan ini, diharapkan, warga RT 003 ini mempunyai uang kas. Dan uangnya ini akan dipergunakan untuk membantu sesama warga. ’’Uang ini nantinya untuk membantu warga yang sakit, menyantuni anak-anak yatim dan fakir miskin, khususnya warga RT 003,’’ bebernya.
Ketua RT 003, Kandek Aswin membenarkan digulirkannya tradisi jimpitan tersebut. Dengan adanya tradisi ini, diharapkan dari warga untuk warga. ’’Jadi dengan adanya jimpitan ini bisa membantu warga yang kesulitan,’’ ungkapnya.
Selain itu, dengan menghidupkan kembali poskamling (ronda) makin menguatkan warga untuk saling menjaga keamanan, khususnya yang ada di lingkungan RT 003. ’’Dengan adanya poskamling secara bergantian bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga,’’ imbuhnya.
Kepala Dusun Meduran, Hadi Mustofa mengakui peran pemuda sangat penting bagi lingkungan. Karena kemajuan dan keamanan lingkungan sedikit besar bergantung dengan pemudanya. ’’Saya berterima kasih kepada para pemuda saat ini. Dengan menghidupkan jimpitan dan poskamling diharapkan bisa menambah kerukunan antar warga,’’ tuturnya.
Dengan sekitar 32 rumah yang ada di RT 003 ini bisa memberikan contoh bagi rukun tetangga yang lainnya. ’’Semoga ini bisa menginspirasi rukun tetangga yang lainnya. Jika semua menjalankan ini, kedepannya mungkin bisa memberikan hal yang positif, khususnya bagi warga sendiri,’’ ujarnya.
Kepala Desa Awang-Awang, Moch. Munawir sangat mengapresiasi yang dilakukan pemuda RT 003 Dusun Meduran. Pihak Pemerintah Desa Awang-Awang memang sejak beberapa tahun lalu sudah menyerukan untuk menghidupkan poskamling di tiap dusun yang ada. Memang semua butuh proses dan kemauan yang kuat untuk memulainya. ’’Beberapa dusun juga sudah menjalankan. Namun, mungkin belum maksimal,’’ ungkapnya.
Perihal yang telah dilakukan oleh pemuda RT 003 ini diharapkan bisa terus dilakukan dan konsisten. ’’Yang terpenting adalah kelanjutannya,’’ imbuhnya.
Dari pemdes sendiri akan terus memberikan dorongan dan semangat serta terus menyerukan hal yang serupa ke dusun-dusun lainnya agar kembali menghidupkan tradisi-tradisi yang sempat redup. ’’Pemdes Awang-Awang berterima kasih kepada pemuda-pemuda yang telah ikut menjaga kerukunan, keamanan dan membantu menciptakan kenyamanan di setiap dusun. Semoga ini bisa konsisten berjalan seterusnya,’’ pungkas Munawir. (dik/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto