Hingga saat ini, pengelolaan sampah masih menjadi persoalan penting bagi masyarakat. Meski demikian, kesadaran dan kejelian warga dalam menyikapinya dapat mengubah limbah tersebut menjadi karya yang bermanfaat.
KESAN unik itulah yang ditunjukkan warga Dusun Jakung, Desa Jatilangkung. Demi memeriahkan HUT RI ke-81, warga dari tujuh Rukun Tetangga (RT) di dusun setempat menggelar perlombaan fashion show berbahan daur ulang pada Minggu (23/8).
’’Kegiatan tahun ini memang sangat berbeda dari tahun sebelumnya,’’ ujar Kepala Dusun Jakung, Yoga Triputra, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (26/8).
Menurut Yoga, acara ini tak sekadar ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga langkah nyata mengurangi limbah sampah di tingkat dusun. ’’Dua minggu sebelum acara, kami sudah menyosialisasikan lomba ini ke tiap ketua RT agar diteruskan kepada warga,’’ lanjutnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini diusung untuk menyuarakan pentingnya mendaur ulang sampah di lingkungan sekitar. Limbah non-organik yang dimanfaatkan warga meliputi bungkus detergen, botol plastik, kemasan makanan ringan, kardus, hingga karung beras (glangsing). ’’Proses pembuatannya dilakukan secara gotong royong oleh warga di masing-masing RT,’’ tambah Yoga.
Salah satu peserta perwakilan RT 03, Aurellia Dwi Wulandari, menceritakan proses pembuatan kostum yang ia kenakan. Kostum tersebut dirancang dari sampah plastik es, tutup botol, kardus, limbah telepon seluler, hingga kantong kresek. ’’Pengumpulan bahan baku limbah ini memakan waktu sekitar 10 hari. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap dan gotong royong oleh seluruh warga RT 03, mulai dari pemuda hingga orang tua,’’ jelas Aurellia.
Kepala Desa Jatilangkung, Sugeng Soegianto, mengapresiasi tinggi inovasi warga tersebut. Menurutnya, kegiatan ini efektif menumbuhkan kepedulian lingkungan. Sampah tidak harus selalu dibuang, melainkan dapat dipilah dan diolah menjadi karya seni yang bernilai tinggi.
’’Kekompakan dan kerukunan warga adalah kunci untuk maju. Kreativitas yang lahir dari lingkup dusun ini mampu mengharumkan nama desa agar menjadi lebih baik lagi,’’ pungkas Sugeng. (dik/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto