Pemerintah Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko membangun Gapura Jalan KH Ismail sebagai bentuk penghormatan kepada ulama kharismatik yang dianggap sebagai guru masyarakat setempat. Gapura senilai Rp 114,5 juta dari Dana Desa Tahun 2026 itu juga diharapkan menjadi ikon baru desa sekaligus membuat akses jalan lebih aman.
KEPALA Desa Kedungmaling, Edy Prabowo mengatakan, pembangunan dilakukan karena gapura lama sudah tidak layak dari sisi keamanan dan dimensi. ’’Tujuan kami ada tiga. Pertama, gapura yang bisa menjadi ikon dan kebanggaan warga. Kedua, akses keluar masuk Jalan KH Ismail menjadi lebih aman dan tidak merepotkan pengemudi utamanya kendaraan besar,’’ kata Edy.
Pembangunan gapura dikerjakan Tim Pelaksana Kegiatan atau TPK selama 40 hari kerja. Lokasinya berada di pintu masuk Jalan KH Ismail yang selama ini menjadi jalur utama warga, peziarah, dan bus pariwisata. ’’Tujuan ketiga, ini sebagai bentuk penghormatan kepada KH. Ismail sebagai ulama kharismatik yang dianggap sebagai Gurunya warga Desa Kedungmaling,’’ tambahnya.
Tokoh agama setempat, KH Nurul Huda mengapresiasi langkah Pemdes. Ia berharap warga ikut memiliki dan merawat gapura tersebut. ’’Alhamdulillah saya selaku tokoh masyarakat Desa Kedungmaling khususnya masyarakat sepanjang Jalan KH Ismail mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada pemerintah desa yang menjembatani renovasi gapura tersebut,’’ ujarnya.
Menurutnya manfaat gapura baru dirasakan tidak hanya warga Kedungmaling. ’’Juga bagi para panitia ziarah dan sopir-sopir bis pariwisata bisa lewat tidak khawatir gasrok bahasa Jawanya,’’ kata KH Nurul Huda.
Apresiasi juga disampaikan KH Hamim Rosyidi, tokoh agama dan Pengasuh Ponpes Darul Hikmah sekaligus putra menantu KH. Ismail. Ia mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Darul Hikmah dan dzurriyah KH Ismail mengucapkan terima kasih kepada kepala desa. ’’Atas nama pesantren dan keluarga disampaikan jazakumullah khairan jaya semoga akan membawa keberkahan bagi masyarakat Kedungmaling dan sekitarnya,’’ ucap KH Hamim.
Ia menyebut pengabadian nama KH Ismail Ibrahim di gapura sangat membanggakan keluarga besar Pesantren Darul Hikmah. Gapura bernuansa Islami itu diharapkan memberi arah bagi kemajuan desa di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, budaya dan religi. ’’Sesuai nama lengkap beliau KH Ismail Ibrahim, mengandung harapan semangat Millata Ibrahima Hanifa, yaitu masyarakat yang senantiasa menjaga akidah dan tauhid,’’ katanya.
Dengan semangat Saiyeg Saeko Projo, KH. Chamim berharap kebersamaan Pemdes dan Pesantren bisa mewujudkan masyarakat desa yang Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghofur. (oce/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto