Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, menjadi lokasi Gerakan Bangun Desa (Gerdes) yang digelar mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Berbagai program pemberdayaan masyarakat hingga penerapan inovasi teknologi dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian tersebut.
KEPALA Desa Cepokolimo Mahfud Sulaiman mengatakan, rangkaian kegiatan Gerdes Jilid XI 2026 oleh BEM Unair ditandai dengan acara pembukaan pada Senin (3/8) pekan lalu. Program pengabdian masyarakat yang berlangsung hingga Senin (10/8) ini dipusatkan di dua dusun, yakni Pasinan dan Soso.
’’Kami memberi apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan ini, semoga kehadiran adik-adik mahasiswa membawa dampak nyata untuk masyarakat,’’ tuturnya, kemarin (11/8).
Mahfud menjelaskan, selama masa pengabdian, tim mahasiswa melaksanakan berbagai program. Antara lain penyediaan pupuk gratis, inovasi alat pemupukan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga.
Selain itu, mereka juga membawa terobosan teknologi tepat guna untuk mendukung penyediaan infrastruktur dasar desa. Salah satunya yakni instalasi panel surya. Sumber energi terbarukan ini dipakai untuk penerangan jalan umum sehingga dapat menekan biaya operasional dalam jangka panjang. ’’Lampu jalan bertenaga surya ini dipasang di Dusun Pasinan,’’ ujarnya.
Mahasiswa turut menggelar pelatihan kewirausahaan produk lokal, gerakan budidaya maggot untuk pengelolaan sampah organik, hingga penguatan branding potensi wisata Puthuk Sempu. Mahfud berharap berbagai pemberdayaan di bidang ekonomi hingga lingkungan ini dapat membantu upaya mewujudkan kemandirian ekonomi warga serta menggerakkan potensi desa.
’’Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan yang dibawakan, semoga ada keterampilan baru yang bisa diserap warga. Sehingga mampu menambah penghasilan keluarga dan menggerakkan potensi ekonomi desa,’’ tandas Mahfud. (adi/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto