Pemerintah Desa (Pemdes) Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto terus bergerak maju dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pengembangan unit usaha peternakan ayam petelur yang dikelola untuk memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga setempat.
KEPALA Desa Nogosari Yono menjelaskan, bahwa program ini dirancang secara matang dengan melibatkan potensi sumber daya manusia (SDM) lokal, terutama warga yang telah memiliki pengalaman di bidang peternakan.
”Kandang dan sistem jual belinya sudah siap. Untuk pengelolaan, kami memanfaatkan warga yang memang sudah punya pengalaman. Ayam jenis ini normatif bertelur di usia 18 minggu, dan saat ini usianya sudah memasuki 17 minggu, namun sudah mulai belajar bertelur. Hasil panennya nanti akan dijual dengan harga yang berbeda dari harga pasaran,” ujar Yono.
Dalam jangka pendek, hasil penjualan telur tersebut akan ditabung kembali sebagai modal pengembangan usaha BUMDes, dengan target peningkatan populasi ayam dari yang semula 500 ekor menjadi lebih banyak lagi. Program ketahanan pangan ini mendapat respons positif masyarakat desa. Desa ini juga menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar dengan ketersediaan lahan pengembangan hingga mencapai 9 hektare.
Yono menegaskan kesiapan desanya untuk membuka pintu lebar-lebar bagi para investor yang ingin berkolaborasi di sektor ketahanan pangan. ”Warga sangat mendukung. Kami juga terbuka jika ada investor yang ingin masuk berinvestasi di Desa Nogosari. Mengenai perizinan dan keamanan investasi, saya bersama warga menjamin akan aman dan kondusif,” tegasnya.
Langkah inovatif Pemdes Nogosari dalam mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk sektor ketahanan pangan ini diapresiasi Plt Camat Pacet Djoko Widjayanto. Menurutnya, pemanfaatan DD untuk unit usaha produktif seperti ayam petelur merupakan wujud nyata kemandirian ekonomi desa.
Djoko berharap keberhasilan dan keberanian Desa Nogosari dalam mengelola potensi pangan ini dapat menjadi inspirasi dan contoh konkret bagi desa-desa lain, baik di wilayah Pacet maupun lingkup yang lebih luas, dalam mengoptimalkan DD demi kesejahteraan masyarakat. ”Ini menjadi terobosan bagi pemerintah desa di Kabupaten Mojokerto dalam menjaga ketahanan pangan berdampak untuk masyarakat desa,” pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto