Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Tekan Biaya Tanam, Gunakan Varietas Benih Baru

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 07:43 WIB
PROSES PANEN: Proses panen varietas padi MR70 dengan masa panen sekitar 70 hari di Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging diharapkan menjadi salah satu solusi produktivitas pertanian. (Dodik JPRM)
PROSES PANEN: Proses panen varietas padi MR70 dengan masa panen sekitar 70 hari di Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging diharapkan menjadi salah satu solusi produktivitas pertanian. (Dodik JPRM)

Selain pembangunan infrastruktur-mulai dari jalan, jalan lingkungan, Jalan Usaha Tani (JUT), Tembok Penahan Tanah (TPT), hingga pembangunan sektor pendidikan-Pemerintahan Desa (Pemdes) Tunggalpager, Kecamatan Pungging, kini juga berinovasi di bidang pertanian dengan menanam varietas padi yang berbeda.

’’MEMANG saat tanam kedua kemarin kami menanam padi dengan varietas yang berbeda,’’ kata Kasi Pelayanan Desa Tunggalpager, Iwan Hariyanto kepada Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin (29/7).

Pada musim tanam kedua tersebut, Pemdes menggunakan benih padi unggul yang memiliki umur tanam lebih pendek. ’’Kami menggunakan varietas padi MR70. Yakni masa panen lebih pendek, sekitar 70 harian,’’ tandasnya.

Iwan, sapaan akrabnya, menjelaskan sebelumnya mereka menggunakan varietas padi Ciherang, yaitu jenis padi unggul inbrida yang berumur lebih dari 70 hari. ’’Saat ini kita pilih karena intensitas curah hujan agak tinggi,’’ ujarnya.

Varietas Ciherang dikenal berbatang tinggi dan kuat, namun masa panennya lebih lama. ’’Makanya saat musim tanam pertama kami menggunakannya. Sebagai antisipasi curah hujan tinggi,’’ imbuhnya. Di lahan seluas sekitar 2,5 hektare (ha), musim panen pertama berhasil menghasilkan lebih dari 12 ton beras/gabah.

Pada musim tanam kedua kemarin, lanjut Iwan, varietas MR70 digunakan sebagai pembanding sekaligus percontohan bagi petani lainnya. ’’Varietas ini juga dikenal tahan terhadap wereng coklat, penyakit blas, serta adaptif pada lahan basah dan kering,’’ bebernya.

Dalam masa uji coba panen kemarin, lahan tersebut sudah menghasilkan sekitar 10.090 kg. ’’Pencapaian hasil panen yang dilakukan Jumat (24/7) kemarin belum semuanya terpanen. Masih ada 1/3 bagian yang belum dipanen,’’ ungkapnya.

Iwan menambahkan, jika tidak ada halangan, panen lanjutan rencananya akan dilakukan dalam minggu ini. Ia berharap penerapan varietas baru ini dapat memberikan solusi terbaik bagi para petani, terutama dalam menekan biaya operasional dan cara penanganan benih padi baru tersebut. ’’Jika sesuai jadwal mungkin hari Kamis atau Jumat. Berharap hasilnya bisa lebih banyak lagi,’’ pungkasnya. (dik/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
desa tunggalpager varietas benih baru kabupaten mojokerto kecamatan pungging