Pemerintah Desa (Pemdes) Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto terus memperkuat tata kelola data desa untuk meningkatkan kualitas pembangunan. Ketersediaan data statistis yang akurat dan mutakhir diharapkan mampu mendukung perencanaan pembangunan desa agar lebih tepat sasaran.
Upaya itu salah satunya dilakukan melalui Pembinaan Desa Cinta Statistis (Desa Cantik) yang dijalankan pemdes bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto. Kegiatan digelar di Balai Desa Padi pada Jumat (24/7). Dalam kesempatan tersebut, BPS memaparkan hasil pendataan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan tata kelola data desa. Pendataan awal difokuskan di Dusun Tameng sebagai pilot project Program Desa Cantik di Desa Padi.
Kepala Desa Padi Slamet Prayogi Hatna Wijaya mengatakan, ketersediaan data yang akurat dan berkualitas menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa. ”Melalui kolaborasi dengan BPS, perguruan tinggi, dan masyarakat, diharapkan Desa Padi mampu membangun sistem data yang lebih baik untuk mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” ucapnya.
Menurut Slamet, tim pembina Desa Cantik dari BPS memberikan pembinaan mengenai pentingnya pengelolaan data statistik desa yang valid, mutakhir, dan berkelanjutan. Hasil pendataan UMKM yang telah diperoleh diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis data.
Sebagai bentuk komitmen bersama, lanjutnya, kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara rencana tindak lanjut (RTL). Salah satu poin dalam RTL tersebut adalah melanjutkan pendataan UMKM ke dusun-dusun lainnya di Desa Padi dengan melibatkan mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai mitra desa dalam proses pengumpulan dan penguatan data statistik.
”Program Desa Cantik diharapkan mampu mewujudkan budaya sadar statistik sekaligus menghasilkan data desa yang berkualitas sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan sesuai semangat Makaryo Mbangun Deso,” tuturnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto