KERAMAHAN harga yang diberikan Kopdes Kembangbelor kepada masyarakat tak bisa dipisahkan dari mekanisme penyediaan dan penjualan barang. Untuk mendapatkan harga terjangkau, pengurus dan pengelola sepakat menjalin kerja sama dengan distributor penyedia barang. Di antaranya membangun kemitraan dengan SPBE Amanatul Ummah, pabrik pupuk, dan distributor sembako.
’’Selain memudahkan mendapat suplai barang, kerja sama ini sekaligus untuk menekan harga belanja barang,’’ papar Kepala Desa Muktar Efendi. Di samping memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan dengan harga murah, kerja sama tersebut dinilai menguntungkan koperasi dan anggota.
Muktar menjelaskan, omzet penjualan elpiji yang dikelola kopdes sejauh ini sudah mampu meraup angka Rp 98 juta. Sedangkan laba bersih dari nilai omzetnya tercatat mencapai Rp 16 juta. Sementara untuk sektor sembako, pendapatan yang didapat antara Rp 38 juta hingga Rp 40 juta. ’’Total laba bersih diterima kopdes saat ini Rp 7 juta per bulan,’’ urainya.
Namun, ia menegaskan, selain menyuplai kebutuhan toko kelontong dan pracangan di seluruh desa, kopdes juga turut mengakomodir kebutuhan sembako dan elpiji bagi UMKM di dua objek wisata keluarga. Yakni di Bernah De Vallei dan Klurak Eco Park. ’’Artinya, meski objek wisata itu di luar BUMDes, namun sebagai bentuk kerja sama, kebutuhan pokok UMKM di sana juga disuplai kopdes,’’ tukas Muktar.
Berkat sistem perkoperasian yang berjalan dengan baik, masyarakat sebagai anggota tak sekadar mendapatkan barang dengan harga murah. Mereka juga turut merasakan manfaat dari bergeraknya modal hasil iuran koperasi melalui skema profit sharing. Masing-masing profit sharing-nya 65 persen diterima anggota, dan sisanya 35 persen yang dialokasikan untuk mendukung pengembangan dan operasional.
Atas hasil tersebut, kopdes yang dijalankan oleh 5 orang pengurus, 3 pengawas, dan 2 pegawai ini, optimistis ke depan akan terus berkembang. Terlebih, saat ini di Desa Kembangbelor resmi berdiri tiga unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dapur pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga akan menjalin kerja sama dengan kopdes. ’’Jika ketiganya resmi beroperasi, maka nilai perputaran uangnya bisa mencapai Rp 32 juta hingga Rp 34 juta per dapur,’’ pungkasnya. (ris/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto