Desa Klinterejo, Kabupaten Mojokerto, Dirikan Museum Kaputren, Pajang Artefak Tinggalan Majapahit

Martda Vadetya • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 06:28 WIB
EDUKATIF: Deretan artetak kuno hasil ekskavasi kompleks Situs Bhre Kahuripan dipajang di Museum Kaputren, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko.
EDUKATIF: Deretan artetak kuno hasil ekskavasi kompleks Situs Bhre Kahuripan dipajang di Museum Kaputren, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko.

KONTRIBUSI nyata dalam pelestarian budaya juga diwujudkan Pemdes Klinterejo dengan mendirikan Museum Kaputren. Di sana, warga bisa belajar dan menambah wawasan sejarah seputar artefak peninggalan Kerajaan Majapahit.

Kepala Desa Klinterejo Zainal Abidin menuturkan, museum desa ini didirikan setelah melihat besarnya potensi cagar budaya yang dimiliki. Pemdes bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur kemudian mengisi etalase museum dengan berbagai temuan bersejarah hasil ekskavasi sebagai koleksi. ’’Mulai ada koleksi ini sekitar tahun 2020 setelah ada ekskavasi (tahap awal, red) Situs Bhre Kahuripan dan Klinterejo,’’ ungkapnya.

Ada puluhan benda cagar budaya yang dipajang dan bisa dipelajari di pendopo 7 x 7 meter persegi yang disulap jadi museum itu. Mulai dari kendi susu, pot, bubungan, genteng, ukel, uang kepeng, cincin, hingga mangkuk kuno.

EDUKATIF: Deretan artetak kuno hasil ekskavasi kompleks Situs Bhre Kahuripan dipajang di Museum Kaputren, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko.
EDUKATIF: Deretan artetak kuno hasil ekskavasi kompleks Situs Bhre Kahuripan dipajang di Museum Kaputren, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko.

Sejumlah foto dan papan bertuliskan narasi melengkapi Museum Kaputren sebagai tempat mempelajari sejarah era klasik. ’’Dari awal berdiri sampai sekarang, kita buka untuk umum dan gratis. Banyak juga anak-anak sekolah dan warga sini yang mampir lihat koleksi. Terutama anak sekolah setelah berolahraga di lapangan (Desa Klinterejo, red),’’ beber Abidin.

Seorang juru pelihara (jupel) di bawah naungan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur ditunjuk menjaga dan mengurus museum. Pihaknya menegaskan, berdirinya museum desa ini tak lepas dari komitmen pemerintah desa untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi historis yang ada.

Museum ini digadang-gadang melengkapi Situs Bhre Kahuripan yang akan dimanfaatkan sebagai objek wisata sejarah dan budaya yang mampu mendongkrak perekonomian warga. ’’Adanya museum desa ini merupakan salah satu bukti keseriusan kami untuk bertahap bisa mewujudkan situs ini menjadi wisata sejarah dan budaya,’’ tukas kades. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
jawa pos radar mojokerto award 2026 kabupaten mojokerto kecamatan sooko Mendes Yandri Susanto desa klinterejo