Pemerintah Desa (Pemdes) Kemantren, Kecamatan Gedeg mengoptimalkan berbagai komoditas ketahanan pangan untuk mewujudkan generasi bebas stunting. Upaya ini dilakukan dengan mengolah hasil pertanian dari lahan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) menjadi penganan kaya nutrisi yang didistribusikan pada warga lewat pemberian makanan tambahan (PMT) posyandu.
KEPALA Desa Kemantren Ahmad Zaidi menuturkan, program P2L di desanya mampu menghasilkan komoditas organik yang subur dan berkualitas tinggi. Hasil pemanfaatan lahan pekarangan tersebut dimaksimalkan menjadi salah satu pilar penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. ”Jadi tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tapi juga berkontribusi dalam menambah pendapatan warga sekaligus mendukung upaya penurunan angka stunting,” ujarnya, kemarin (23/7).
Ia menyebut, ada berbagai komoditas sayuran bahan baku PMT yang berhasil dibudidayakan dari lahan P2L. Antara lain, pakcoi, terong, gambas, kangkung, hingga aneka rempah. Bahan-bahan segar berkualitas itu kemudian diolah menjadi makanan sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi setiap kelompok usia sasaran.
Dalam proses pengolahannya, Pemdes Kemantren turut menggandeng pelaku industri kecil menengah (IKM) lokal guna memberdayakan ekonomi kerakyatan.
”Kolaborasi ini menghasilkan berbagai macam menu bergizi. Seperti puding waluh untuk bayi sampai salad buah segar untuk balita dan lansia,” jelas Zaidi. Sinergi antara program posyandu dan ketahanan pangan ini, menurut Zaidi, membuktikan jika desa mampu memberikan nutrisi warganya secara mandiri.
Konsistensi meningkatnya kualitas dan kuantitas panen P2L tidak terlepas dari komitmen para kader dalam mengimplementasikan ilmu hasil pembinaan rutin. Selain dikonsumsi secara swadaya dan disalurkan dalam bentuk PMT, hasil panen organik tersebut juga dijual untuk umum. Sehingga program sinergi ini berdampak pada aspek perekonomian warga desa.
”Dengan optimalisasi hasil bumi untuk pemenuhan gizi masyarakat ini, diharapkan stunting dapat menekan secara maksimal,” tuturnya. Ia berharap, inovasi berkelanjutan ini ke depannya terus berjalan optimal sehingga mampu menginspirasi desa lain dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan kesehatan warga. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto