DALAM rangka mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes), Apik BUMDes bersama pemdes turut menggarap program Pamsimas atau penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, serta pengembangan budi daya pisang varietas cavendish. Dua program ini bahkan telah berjalan dan siap untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat serta mendukung ketahanan pangan desa.
Kepala Desa Bandung Komari Arifin menjelaskan, budi daya tanaman pisang jenis cavendish di atas lahan tanah kas desa (TKD) seluas 1 ha saat ini mulai menunjukkan hasil. Ia menegaskan, agar hasilnya maksimal, selama ini tanaman pisang tersebut dirawat dengan baik. Yakni melalui pemupukan rutin, sanitasi daun, pengendalian anakan, dan perlindungan buah. ’’Harapannya, ke depan dapat menghasilkan buah yang mulus (grade A) bebas dari hama dan gesekan pelepah,’’ papar Komari.
Sedangkan untuk Pamsimas, diakuinya program tersebut tak lain dilatarbelakangi untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang berkualitas. Sebab, rata-rata kedalaman sumber air warga di wilayah Desa Bandung selama ini hanya tidak lebih dari 50 meter. Sehingga, kondisi tersebut dinilai kurang mendukung dalam pemenuhan kebutuhan sarana air bersih berkualitas. Baik untuk konsumsi warga maupun MCK (mandi, cuci, dan kakus). ’’Sebenarnya tidak ada masalah, karena cuma wilayah kami ini kan berdekatan dengan perusahaan berbahan kimia. Makanya, keberadaan Pamsimas diharapkan menjadi solusi terbaik dalam memenuhi sarana air bersih warga,’’ tandasnya.
Ia menjamin suplai air dari Pamsimas memiliki kualitas tinggi. Karena proses pengeboran sumber airnya hingga mencapai kedalaman 100 meter. ’’Manfaatnya multifungsi. Bisa untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian,’’ imbuh Komari. Dalam meyakinkan masyarakat, BUMDes dan pemdes kini terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi. Khususnya terkait pemahaman pemanfaatan kualitas air bersih dan sehat, serta tahapan pemasangan pipa distribusi air ke rumah-rumah warga pelanggan.
’’Pembangunan Pamsimas sudah rampung, sekarang tinggal tahap sosialisasi saja. Alhamdulillah, sejauh ini sudah ada 106 rumah menjadi pelanggan,’’ pungkas Komari sembari membuka keran jaringan Pamsimas di halaman rumahnya. (ris/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto