Setelah dua tahun terputus, jembatan di Dusun Bolorejo, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto akhirnya kembali dibangun. Revitalisasi jembatan yang melintasi Sungai Marmoyo itu sangat berarti bagi warga sebagai sarana penghubung antardesa.
KEPALA Desa Mojojajar Saroni bersyukur atas tersambungnya kembali infrastruktur jembatan yang sejak 2024 terputus. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pemkab Mojokerto yang telah melakukan pembangunan jembatan lewat Program Bantuan Keuangan (BK) Desa. ”Alhamdulillah sekarang akses masyarakat kembali lancar,” katanya, kemarin (21/7).
Menurutnya, jembatan tersebut sebelumnya ambruk akibat diterjang sampah yang terbawa banjir. Akibatnya warga harus menempuh jalur lebih jauh untuk menuju Desa Beratkulon di seberang sungai, berangkat ke sawah, hingga pergi bersekolah. ”Jadi sangat diandalkan masyarakat,” ucap Saroni.
Kini, setelah Jembatan Bolorejo berhasil tersambung, masyarakat kembali bungah. Mereka tak perlu lagi memutar jalur demi mengangkut hasil panen maupun menimba ilmu di sekolah. ”Terutama yang terpenting anak-anak sekolah jadi tidak perlu lewat Desa Kedungsari lagi kalau jalan utama desa ditutup seperti ketika ada hajatan,” bebernya.
Jembatan Bolorejo dibangun dengan anggaran Rp 3,2 miliar yang bersumber dari P-APBD tahun anggaran 2025. Jembatan berukuran 32 x 4 meter tersebut diresmikan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto Teguh Gunarko didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimca Kemlagi, Pemerintah Desa Mojojajar, tokoh masyarakat, dan warga setempat pada Sabtu (18/7). (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto