MELALUI inovasi tata kelola lingkungan yang terintegrasi, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko berhasil mengubah persepsi masyarakat tentang sampah. Dari beban lingkungan menjadi sumber pundi-pundi rupiah. Program ini tidak hanya membuat lingkungan menjadi lebih bersih, tapi juga menghasilkan pendapatan hingga ratusan juta.
Keberhasilan ini tak lepas dari komitmen Pemerintah Desa (Pemdes) Jampirogo bersama masyarakat dalam mengoptimalkan tempat pengolahan sampah berbasis reduce, reuse, dan recycle (TPS3R). Berawal dari bantuan Dana Alokasi khusus (DAK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2019, TPS3R yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jampi Sejati kini sukses mengelola sampah mandiri.
Bekerja sama dengan Bank Sampah Jaya, tak kurang 2 ton sampah dari 600 KK (kepala keluarga) mampu diangkut dan diolah menjadi barang bermanfaat dan bernilai ekonomi. ’’Ada yang dijadikan biji plastik duar ulang dan ada juga yang menjadi pupuk atau pakan ternak organik. TPS3R ini sudah empat tahun berjalan dan sukses mendatangkan omzet hingga Rp 400 juta lebih,’’ ungkap Kepala Desa Jampirogo Dony Budi Setiawan.
Tidak sekadar membukukan omzet ratusan juta, inovasi sirkular hijau ini turut memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. Yakni mampu menyumbang pendapatan asli desa (PADes) sebesar Rp 21,6 juta. Kunci sukses keberhasilan ini diakui Dony tak lepas dari sinergi dan kesadaran warga dalam menjaga lingkungannya. Termasuk dukungan pemdes dalam mewujudkan iklim ekonomi berbasis lingkungan.
Seperti fasilitasi tempat sampah gratis bagi 400 KK, pembangunan gedung berukuran 9 x 12 meter untuk TPS3R, pengadaan dua unit transportasi pengangkut sampah, hingga menyediakan dua bak sampah besar bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.
Tak salah jika kemudian Pemdes Jampirogo dinobatkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto sebagai Desa Pelopor Ekonomi Sirkular Hijau di ajang Jawa Pos Radar Mojokerto Award 2026, di Ballroom Sunrise Hotel Mojokerto, Selasa (7/7). ’’Alhamdulillah, pemdes terus berkomitmen mendukung program inovasi kelestarian lingkungan,’’ pungkas Dony. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto