Semangat goyong royong menjadi kunci masyarakat Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Komitmen masyarakat desa dalam melestarikan lingkungan membuahkan predikat juara 1 Desa Berseri (Bersih dan Lestari) 2026 tingkat daerah.
JERIH payah Desa Gunungan juga diganjar penghargaan Anugerah Prakarsa Hijau dan Edukasi Lingkungan dalam ajang Jawa Pos Radar Mojokerto Award 2026, Selasa (7/7). Lebih istimewa lagi, penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto yang hadir dalam seremoni award yang digelar di Ballroom Sunrise Hotel Mojokerto, Kota Mojokerto.
Apresiasi itu diberikan karena Pemerintah Desa Gunungan dinilai mampu mengedukasi dan melibatkan masyarakat dalam melestarikan lingkungan hidup yang sehat dan berseri.
Kepala Desa Gunungan Sadi mengatakan, keterlibatan aktif seluruh warga menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Desa Berseri. Setiap warga memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kebersihan dan kelestarian dari lingkungan terkecil di sekitar rumahnya. ’’Yang penting adalah kekompakan dan kesadaran,’’ tuturnya.
Banyak aspek yang menjadi indikator penilaian dalam lomba Desa Berseri. Antara lain, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan hingga penghijauan lingkungan. Semua komponen itu diwujudkan secara bersama-sama oleh masyarakat desa melalui semangat goyong royong. ’’Di lomba ini banyak yang dilakukan, mulai dari perencanaan, pembibitan, dan penanaman tumbuhan. Kemudian, pengumpulan dan pemilahan sampah di bank sampah yang sebagian dibuat daur ulang,’’ jelas Sadi.
Sampah organik dari rumah tangga diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan jenis sampah anorganik didaur ulang menjadi barang bermanfaat yang mampu memberi nilai tambah bagi perekonomian warga. Setiap rumah juga memiliki resapan air. Lalu, dibangun pula kolam ikan lele, area penanaman tanaman obat keluarga dan sayuran di pekarangan serta green house.
Sadi mengakui tidak mudah untuk menggerakkan semua warga agar peduli terhadap lingkungan. Karena itu, upaya sosialisasi dan imbauan dilakukan secara bertahap. ’’Mulai dari kerja bakti gorong-gorong, kemudian di-getok tularkan ke masyarakat sehingga semua bergerak,’’ ungkapnya.
Hasilnya, masyarakat sangat antusias dalam mewujudkan keindahan, kebersihan, dan keasrian. Bahkan, warga secara mandiri membeli bibit sayur dan buah-buahan untuk ditanam. ’’Kami di pemdes hanya bantu tiga macam bibit, terong, cabai, dan kangkung, lainnya masyarakat sendiri,’’ ujar Sadi.
Kini, setelah dinobatkan sebagai jawara Desa Berseri 2026 tingkat Kabupaten Mojokerto, Desa Gunungan siap bersaing di tingkat Provinsi Jawa Timur untuk mewakili daerah. Pengalaman pertama mengikuti lomba di bidang lingkungan dan langsung meraih juara pertama itu menjadi bukti potensi besar yang dimiliki masyarakat di ujung utara Kabupaten Mojokerto tersebut. (adi/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto