Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Bejijong, Kabupaten Mojokerto, Suguhkan Pesona Kampung Majapahit, Dikenal hingga Kancah Internasional

Martda Vadetya • Jumat, 17 Juli 2026 | 11:25 WIB
BUAH KOMITMEN: Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna menerima penghargaan kategori Katalisator Wisata Sejarah dan Edukasi Nusantara Jawa Pos Radar Mojokerto Award 2026, di Ballroom Sunrise Hotel Mojokerto, Selasa (7/7). Penghargaan diberikan oleh Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto. (Sofan JPRM)
BUAH KOMITMEN: Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna menerima penghargaan kategori Katalisator Wisata Sejarah dan Edukasi Nusantara Jawa Pos Radar Mojokerto Award 2026, di Ballroom Sunrise Hotel Mojokerto, Selasa (7/7). Penghargaan diberikan oleh Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto. (Sofan JPRM)

Sesuai visinya, wilayah dua dusun disulap Pemdes Bejijong menjadi Desa Wisata Kampung Majapahit. Ekosistem wisata budaya dan sejarah dibentuk untuk mengoptimalkan potensi Candi Brahu, Buddha Tidur Maha Vihara, hingga ratusan rumah berkonsep Majapahitan. 

DIBANGUNNYA rumah berkonsep Majapahitan pada 2014 lalu turut mengubah wajah Desa Bejijong. Hunian yang kini dikelola sebagai homestay tersebut jadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para traveller untuk melancong ke wisata Kampung Majapahit. 

’’Sejak 2014 lalu kami sudah merintis dengan bantuan pembangunan rumah Majapahit. Alhamdulillah, kami terus kembangkan dengan beberapa destinasi wisata sejarah. Seperti Candi Brahu serta wisata religi Buddha Tidur di Maha Vihara,’’ ungkap Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna. 

Para wisatawan disuguhi eksotisme bangunan bersejarah dengan berkeliling kampung menggunakan shuttle bus. Dua unit minibus disediakan Pemerindah Desa (Pemdes) Bejijong khusus untuk menunjang mobilitas pengunjung. Tak sekadar itu, mereka bisa menikmati kuliner ayam panggang kemaron, kesenian hingga kerajinan cor kuningan khas Majapahit. ’’Bisa mengunjungi pusat oleh-oleh atau pujasera kuliner khas Desa Bejijong. Ada telur asin bakar, oblong Mojopahit, kerajinan cor kuningan dan pernak-pernik lainnya,’’ terangnya.

Meski begitu, pengembangan potensi wisata sejarah dan budaya di wilayah dua dusun ini terus dikembangkan. Baik dengan dialog maupun focus group discussion (FGD) dengan pelaku seni, UMKM, hingga kalangan akademisi. Forum penjaringan aspirasi dari para pelaku wisata oleh instansi terkait pun tak jarang digelar. Seperti Juni lalu, Pemdes Bejijong menerima kunjungan kerja Staf Khusus Kemendes PDT Muhammad Afif Zamroni.

Forum ini, kata dia, digelar sebagai bagian dari langkah stragis pembangunan desa. ’’Kolaborasi bersama antar stakeholder diperlukan dengan harapan mempercepat akselerasi ekonomi dan pembangunan berbasis kearifan lokal,’’ tandas Pradana.

Wisata Kampung Majapahit Desa Bejijong kini juga telah dikenal hingga kancah internasional. Hal ini merupakan buah komitmen sejak wisata sejarah dan budaya di dua dusun konsisten dirintis sejak beberapa tahun lalu. 

Pradana menuturkan, hal tersebut merupakan dampak dari program 3M yang digaungkan pemerintah desa. Yakni, membangun, membina dan menyejahterakan warga Desa Bejijong. Seluruh elemen masyarakat, perangkat desa, pemerintah daerah dan pusat hingga stakeholder terkait digandeng mewujudkan 3M. 

Hasil kolaborasi berbagai pihak itu salah satunya membawa nama Desa Bejijong dengan Wisata Kampung Majapahit-nya kini dikenal hingga ke mancanegara. ’’Pemerintah desa secara kontinyu mempromosikan Wisata Kampung Majapahit ini. Baik dengan rutin ikuti travel fair sampai promosi di berbagai platform digital,’’ terangnya. 

Tak ayal, Desa Bejijong rutin jadi jujukan wisatawan mancanegara yang ingin menikmati suasana khas Majapahitan di ibu kota Wilwatikta. Pelayanan bagi para traveler pun terus ditingkatkann seiring pengembangan potensi sumber daya manusia (SDM) yang dilakukan pemdes. Termasuk pada lebih dari 30 perajin cor kuningan yang dibina hingga karyanya menjadi komoditas ekspor hingga ke Eropa.

’’Kami juga terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya dan situs bersejarah peninggalan Majapahit di desa. Seperti Candi Brahu, Candi Gentong Makam Siti Hinggil, maupun Buddha Tidur Maha Vihara Majapahit,’’ tukas Pradana. (vad/fen)

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
kabupaten mojokerto kampung majapahit Desa Kita desa bejijong kecamatan trowulan