Beragam upaya dilakukan pemerintah desa untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakatnya. Salah satunya digulirkan Desa Windurejo Kecamatan Kutorejo melalui peternakan ayam petelur.
’’KE depannya peternakan ayam petelur ini dikelola BUMDes Windu Jaya,’’ kata Pj Kepala Desa Windurejo Budi Santoso. Dengan lahan yang ada di Dusun Tambakrejo ini diharapkan bisa lebih mudah dalam pengelolaan dan pengawasan. ’’Salah satu alasannya yakni ini lahan yang pas buat peternakan, tidak mengganggu lingkungan,’’ tandasnya.
Budi sapaan akrabnya ini mengatakan dalam mewujudkan kemandirian pangan khususnya yang ada di Pemdes Windurejo sangat getol dan antusias dalam bidang usaha peternakan ini. ’’Semoga kedepannya ini bisa memberikan hasil yang maksimal,’’ ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa alasan terkait usaha di bidang ini. Pertama, pihaknya tahu saat ini memang suplai telur masih banyak disuplai dari luar desa. Jadi dengan adanya kandang usaha ayam petelur ini bisa meningkatkan kebutuhan protein masyarakat secara mandiri.
Kedua, lanjut Budi, dengan adanya bidang usaha peternakan ini bisa meningkatkan perekonomian warga, karena usaha ini menyerap tenaga kerja lokal. ’’Di samping itu, keuntungannya akan diputar kembali untuk kas desa dan memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu atau membutuhkan,’’ bebernya.
Alasan yang ketiga yakni, masih kata Budi, untuk menstabilkan harga. Pihaknya mengetahui, akhir-akhir ini harga telur juga mengalami kenaikan yang signifikan. Sehingga, program ternak ayam petelur di desa ini bisa menjadi solusi yang pas dan tepat
Ketua BUMDes Windu Jaya Kusnia menjelaskan, dengan kapasitas 250 ekor ayam petelur ini, diharapkan bisa menemukan formula pakan yang lebih hemat dan berkualitas. ’’Saat ini, untuk menjaga ayam tetap sehat dan telur berkualitas adalah yang terpenting,’’ ujarnya.
Itu lantaran pihaknya me lihat, dengan usaha di bidang ayam petelur ini, kebutuhan pakan sangat besar dan harus sesuai dengan kebutuhannya. ’’Kami juga tengah memikirkan bagaimana cara membuat pakan yang berkualitas namun low budget,’’ imbuhnya.
Kusnia menambahkan dalam bidang peternakan ayam harus dipikirkan bagaimana area kandang tidak bau dan bersih. Baik dari sistem proses memberi makan dan menyikapi pengolahan limbah kotoran ayam. ’’Rencananya memang kami akan memproses dan memproses agar kotoran bisa bermanfaat,’’ pungkasnya. (dik/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto