KEPALA Desa Ketapanrame Zainul Arifin menambahkan, pasca penghitungan omzet, BUMDes di bawah pengawasan jajaran direksi dan pengurus bertanggung jawab kepada pemdes dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Mereka menyampaikan skema pembagian hasil laba bersih dari semua sektor sektor usaha senilai Rp 1,5 miliar hingga Rp 1,7 miliar per tahun. Demikian itu dilakukan pasca penghitungan dari total nilai omzet rata-rata Rp 2,3 miliar hingga Rp 3,5 miliar per tahun.
’’Biasanya untuk sharing profit, deviden kepada warga yang berinvestasi di Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong dibagikan Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per KK per bulan. Ini artinya diterima oleh 535 KK,’’ papar Zainul.
Akan tetapi, karena kondisi pendapatan yang fluktuatif, Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk objek wisata Taman Ghanjaran, terhitung mulai bulan keempat tahun 2026 hanya digelar setahun sekali. ’’Ini permintaan warga sendiri, karena kondisi ekonomi mereka berbeda dengan objek wisata sawah Sumber Gempong,’’ ungkapnya.
Sedangkan skema pembagian laba bersih terbagi dalam beberapa persentase. Masing-masing, 20 persen menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes), 40 persen BUMDes operasional dan pengembangan; 25 persen gaji komisaris, direksi BUMDes, dan karyawan; serta pembayaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan karyawan.
Selebihnya, 10 persen sebagai dana cadangan meng-cover kebutuhan tentatif, dan 5 persen dialokasikan mendukung program CSR (corporate social responsibility). Realisasi CSR-nya, terang Zainul, diwujudkan untuk pengadaan mobil ambulans, program bedah rumah, membesuk warga yang sakit, membantu biaya pengobatan warga tidak mampu, mendukung pembangunan sarana tempat ibadah, membantu perbaikan infrastruktur desa, support acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) maupun hari nasional, hingga pembelian BBM dan perawatan mobil ambulans.
’’Bagi warga tidak mampu dan belum ter-cover BPJS, pembayaran pengobatan kita bantu dahulu. Itu jika memang benar-benar tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan program Universal Health Coverage (UHC) pemda,’’ pungkasnya. (ris/fen)
Editor : Fendy Hermansyah