Peningkatan kualitas hunian warga menjadi perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) Sidorejo. Satu rumah warga tidak layak huni kini dientaskan melalui Program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu).
BANTUAN pembangunan rumah hasil kolaborasi bersama Pemkab Mojokerto, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mojokerto, Perumdam Mojopahit Mojokerto, swadaya warga hingga pihak swasta ini diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Rabu (8/7).
’’Rumah (milik Kaspan, Red) ini sebelumnya mengalami kebakaran dan kondisinya memang sudah tidak layak huni. Alhamdulillah, hasil kolaborasi dari berbagai pihak ini bisa membangun kembali agar menjadi rumah yang layak dihuni,’’ ujar Gus Bupati, saat menyerahkan hasil program Rutilahu, Rabu (8/7).
Sekitar dua bulan lalu, rumah pasangan suami istri Kaspan dan Misri ludes akibat kebakaran. Kini, hunian tersebut kondisinya telah kembali layak usai diperbaiki total sejak 1,5 bulan lalu.
Gus Bupati menegaskan, Rutilahu merupakan salah satu program prioritas Pemkab Mojokerto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman, sehat, dan layak. Peningkatan kualitas hunian ini dilakukan bertahap dan menyeluruh pada sejumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Mojokerto.
’’Harapannya, masyarakat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Semoga rumah ini bermanfaat dan menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga Bapak Kaspan,’’ tandas Gus Bupati.
Kepala Desa Sidorejo Kukuh Santoso mengapresiasi penyerahan bantuan perbaikan rumah hasil kolaborasi lintas sektor ini. ’’Kami sampaikan terima kasih kepada Pemkab Mojokerto beserta Baznas dan PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) atas terlaksananya bantuan perbaikan rumah warga ini,’’ sebutnya.
Menurutnya, rumah milik Kaspan merupakan salah satu dari sekitar 50 rumah warga yang diusulkan untuk disasar Rutilahu. Puluhan hunian warga tidak mampu dan kondisinya tidak layak huni tersebut bahkan telah disurvei oleh DPRKP2 Kabupaten Mojokerto. Diharapkan, puluhan rumah warga di empat dusun tersebut bisa segera menyusul didandani. ’’Sempat disampaikan kalau rumah warga yang masuk usulan ini masih menunggu giliran,’’ imbuh kades. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah