Layanan kesehatan bagi warga di lima dusun menjadi prioritas Pemerintah Desa (Pemdes) Kesimantengah. Tak terkecuali kalangan balita. Program pos pelayanan terpadu (posyandu) kontinyu digelar sebagai pelayanan kesehatan dasar sekaligus bagian dari langkah mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas.
Kegiatan posyandu rutin digelar setiap bulan di masing-masing dusun. Mulai dari Dusun Kesiman, Jati, Ngemplak, Karangan, serta Galenglo. Tujuannya, agar setiap dusun memperoleh akses pelayanan kesehatan secara merata dan berkelanjutan.
”Posyandu bukan sekadar kegiatan bulanan, di dalamnya para kader posyandu, bidan dan perawat desa, menjalankan peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di desa,” ujar Kepala Desa Kesimantengah Bangga Al Hakim, kemarin (25/6).
Pelayanan kesehatan dilakukan secara menyeluruh. Masing-masing balita mendapat pelayanan yang sama. Setelah didata kemudian ditimbang, diukur lalu tumbuh kembang anak dicatat melalui Kartu Menuju Sehat (KMS). Termasuk memberikan edukasi tentang gizi dan pola hidup sehat pada para orang tua.
Tak sekadar itu, pemeriksaan kesehatan turut menyasar ibu hamil dan para lansia. ”Kita pastikan kesehatan mereka. Mereka diedukasi serta diberi vitamin dan imunisasi serta deteksi dini tumbuh kembang anak,” terangnya.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemdes dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu fokus utamanya yakni menekan angka stunting melalui pemantauan gizi berkelanjutan berikut memastikan setiap anak tumbuh sehat dan optimal.
”Posyandu merupakan tempat kita menjaga harapan. Di sinilah kita memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, ibu-ibu terjaga kesehatannya, dan para orang tua tetap mendapatkan perhatian,” tandas Bangga. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah