Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu
Mayoritas mata pencaharian warga Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu adalah petani. Nah, sebagai salah satu langkah konkret mendukung program pertanian, pemerintah desa (pemdes) setempat turut menyediakan pupuk yang dikelola melalui sistem penyertaan modal di bawah naungan BUMDes. Hal ini, sekaligus demi untuk menjaga agar nilai pembelian pupuk sesuai harga eceran tertinggi (HET).
’’Memang, kami memberikan penyertaan modal ke BUMDes untuk menyediakan pupuk,’’ kata Kaur Umum Pemdes Jrambe Edi Santoso, kemarin (10/6). Edi, sapaan akrabnya mengatakan, penyediaan pupuk melalui BUMDes ini sudah berlangsung sejak Mei lalu. ’’Penyediaan pupuk ini untuk masa tanam kedua. Terhitung mulai bulan Mei, Juni, Juli, dan Agustus,’’ ujarnya.
Ia menjelaskan, sesuai dengan tingkat kebutuhan petani, penyediaan pupuk tersebut diberikan kepada tiga gabungan kelompok tani (gapoktan). Di antaranya jenis pupuk urea dan phonska. Dalam perencanaan atau alokasi awal, lanjut Edi, BUMDes menyediakan pupuk urea sekitar 21 ton dan phonska sekitar 24 ton dalam setiap satu musim tanam. ’’Untuk realisasi pupuk urea yang di-ACC sekitar 90 persen, dan phonska sekitar 70 persen,’’ bebernya.
Edi menegaskan, penyediaan pupuk tersebut tidak lain demi untuk membantu para petani agar lebih mudah dan lancar selama menjalankan proses tanam. Di samping juga menjaga harga jual pupuk bagi petani di Desa Jrambe tetap stabil. ’’Untuk urea sendiri Rp 90 ribu per sak dan phonska Rp 92 ribu per sak,’’ imbuhnya.
Menurutnya, melalui program penyediaan pupuk yang mudah ini, diharapkan para petani tidak waswas lagi saat membutuhkan di setiap musim tanam tiba. ’’Semoga hasil panennya bisa terus membaik dan berlimpah,’’ pungkas Edi. (dik/ris)
Editor : Fendy Hermansyah