DESA Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mendapat kesempatan untuk mengenalkan potensi budaya dan wisata ke mancanegara. Desa Wisata Kampung Majapahit ini menjadi jujukan tim dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk pengambilan data penyusunan buku Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Program BIPA dari Kemendikdasmen RI ini bertujuan mengenalkan bahasa Indonesia ke masyarakat dunia lewat materi yang kontekstual. Dan, Kampung Majapahit Bejijong terpilih karena mempunyai kekayaan tentang jejak sejarah Kerajaan Majapahit, arsitektur khas, sentra UMKM, hingga destinasi budaya dan religi yang masih eksis di masyarakat.
”Semoga potensi-potensi di Desa Bejijong ini bisa terangkat tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga warisan budaya dan tradisi leluhur yang masih terawat di tengah kehidupan masyarakat,” ungkap Kades Bejijong Pradana Tera Mardiatna. Tim Balai Bahasa Provinsi Jatim melakukan dokumentasi di beberapa titik di Desa Bejijong. Mulai dari kawasan rumah bergaya Majapahit, destinasi budaya dan religi, sampai sentra UMKM.
Pradana berharap, kolaborasi dengan Balah Bahasa Provinsi Jatim mampu jadi penambah semangat warga untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya lokal. Dengan buku BIPA berlatar Bejijong, warisan Majapahit di Mojokerto juga makin membuka asa agar dikenal luas di mata dunia. ”Harapannya, melalui buku BIPA berlatar Kampung Majapahit Bejijong, semakin banyak masyarakat internasional yang mengenal sejarah dan kearifan lokal Indonesia, khususnya warisan budaya Majapahit yang ada di Kabupaten Mojokerto,” tandasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari lintas unsur di Desa Bejijong. Turut hadir tokoh masyarakat, perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Desa Wisata (Ladesta), dan unsur kepemudaan. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah