Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Amalkan Program Aku Hatinya PKK dan Serukan Anting Byur-byuran

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 18:17 WIB
KETAHANAN PANGAN: Ibu-ibu TP PKK Desa Jasem, Kecamatan Ngoro merawat tanaman sayuran dengan memanfaatkan pekarangan rumah. (Dodik JPRM)
KETAHANAN PANGAN: Ibu-ibu TP PKK Desa Jasem, Kecamatan Ngoro merawat tanaman sayuran dengan memanfaatkan pekarangan rumah. (Dodik JPRM)

 

Ada banyak cara yang dilakukan demi mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. Warga Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, ini mampu menciptakan program ketahanan pangan skala rumahan berbasis kemandirian. Kendati berada di atas lahan yang terbatas, namun mereka sudah dapat merasakan manfaatnya. Utamanya dalam hal pemberian asupan gizi bagi anak-anak sekaligus mencegah kasus stunting.

Salah satu desa di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, ini dapat dibilang cukup peduli dengan kesejahteraan keluarga. Setidaknya itu telah dibuktikan melalui kegiatan ibu-ibu TP PKK Desa Jasem. Mereka bahkan mampu menciptakan ketahanan pangan secara mandiri. ’’Memang kami telah menciptakan ketahanan pangan dengan skala kecil,’’ kata Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Desa Jasem Alfiah. 

Ia mengatakan, dalam menciptakan sekaligus memanfaatkan lahan pekarangan rumah, selama ini warga mengamalkan program Aku Hatinya PKK alias amalkan dan kukuhkan halaman asri, teratur, indah, dan nyaman. ’’Ini merupakan program bagian dari kelompok kerja (pokja) tiga dalam mewujudkan keluarga sejahtera secara mandiri,’’ ujarnya. 

Alfiah menjelaskan, dalam program ketahanan pangan ini difokuskan pada pengembangan tanaman sayuran. Meliputi salada, sawi, cabai, hingga tomat. Yang kedua, adalah TOGA atau tanaman obat keluarga. Di antaranya jahe, kunir, temulawak. Serta ketiga, budi daya ikan lele dan ternak ayam. ’’Semua yang kami tanam dan dibudidayakan ini saling keterkaitan dengan yang dibutuhkan oleh masing-masing keluarga,’’ ungkapnya. 

Ia menambahkan, terciptanya ketahanan pangan secara mandiri di Dusun Jasem dengan skala lahan 25 x 15 meter tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam mengatasi kasus stunting. Yakni, dengan menerapkan pola tanaman yang sehat, subur, dan produktif.

Dengan harapan, tanaman sayur yang ditanam tersebut dapat memberikan asupan gizi yang baik bagi anak-anak. ’’Ini juga sesuai dengan slogan yang kami gadang-gadang, yakni Anting Byur-byuran alias atasi stunting dengan konsumsi sayur-sayuran,’’ pungkasnya. (dik/ris)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
program PKK kabupaten mojokerto Kecamatan Ngoro desa jasem