Pemerintah Desa Dilem, Kecamatan Gondang, turut mengembangkan potensi wisata yang ada di desanya. Yakni, Puncak Bukit Semar sebagai salah satu ikon pendakian pegunungan di kawasan selatan Mojokerto. Memiliki ketinggian 933 meter di atas permukaan laut (Mdpl), salah satu puncak pegunungan Anjasmoro ini menawarkan panorama alam yang hijau dan sejuk.
BEKERJA sama dengan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo, Puncak Bukit Semar mulai dibuka untuk umum sejak 2023. Selain meningkatkan jumlah kunjungan, keberadaan wisata alam ini juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya melalui penyediaan pusat oleh-oleh yang menawarkan berbagai produk UMKM asli desa.
’’Rata-rata satu bulan kalau cuacanya bagus bisa 300-400 pendaki, kebanyakan dari daerah Jawa Timur seperti Surabaya dan Sidoarjo,’’ jelas Penanggungjawab Wisata Bukit Semar, Paiman.
Pengelolaan berjalan secara profesional dengan pembagian kewenangan antara pemdes dengan Tahura. Mulai dari pengaturan tiket yang menjadi wewenang tahura. Sedangkan desa melalui karang taruna mengurus area parkir hingga area pusat oleh-oleh hasil pemberdayaan masyarakat.
Salah satu produk UMKM yang bisa dijual adalah keripik dari Desa Dilem yang sudah dikenal luas. ’’Kami akan kembangkan pusat oleh-oleh dan UMKM untuk menunjang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,’’ pungkas Kepala Desa Dilem Heru. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah