Konsep ekonomi berbasis potensi desa sukses digulirkan Pemerintah Desa (Pemdes) Jampirogo, Kecamatan Sooko. Melalui peternakan kambing dan sapi yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jampi Sejati, desa dengan dua dusun itu kini mampu mendongkrak ekonomi warga dan pendapatan asli desa (PADes). Bahkan, peternakan tersebut kini diminati pembeli menjelang Hari Raya Idul Adha.
’’BUMDES yang kita bangun ini relatif masih baru berjalan. Meski baru digulirkan tahun 2023 lalu, namun alhamdulillah manfaatnya sudah dirasakan desa dan warga,’’ ungkap Kepala Desa Jampirogo Dony Budi Setiawan kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (20/5).
Dalam mengembangkan konsep peternakan kambing dan sapi ini, pemdes menerapkan strategi kerakyatan. Yakni, menggulirkan anggaran yang dikelola warga desa dan kembali untuk rakyat desa. ’’Pengurus pengelola BUMDes kita berikan amanah kepada masyarakat yang memang punya kapasitas, komitmen, dan keilmuan dalam pengelolaannya. Sehingga warga kita libatkan langsung,’’ imbuh Dony.
Bukan hanya sumber daya manusia (SDM) yang digerakkan. Ketersediaan lahan, petugas pemelihara, manajerial marketing, hingga laporan keuangan sepenuhnya dipegang warga. ’’Sudah ada tiga kandang yang menempati pekarangan warga sekaligus berstatus sebagai mitra BUMDes. Merekalah yang selama ini berkiprah mengembangkan peternakan ini,’’ paparnya.
Setidaknya ada dua kandang penggemukan kambing yang dimanfaatkan untuk konsep peternakan berbasis kemandirian masyarakat ini. Meliputi, dua kandang kambing jenis PE (peranakan etawa) di Dusun Kedungpring, dan satu kandang sapi di Dusun Jampirogo. ’’Dulu, awalnya untuk satu kandang kambing hanya delapan ekor, sekarang berkembang menjadi 18-20-an ekor kambing yang siap jual,’’ imbuh Ketua BUMDes Jampi Sejati Arif Nuriyadi didampingi sekretaris dan bendahara BUMDes M. Fatih Irfandi dan Ella Rakhma Hidayati, kemarin (20/5).
Dia menuturkan, untuk menjaga perkembangan dan kesehatan ternak, dalam sistem penggemukan, pengurus BUMDes tetap mengedepankan makanan dan kesehatan ternak. Selain rerumputan segar, warga pengelola memberikan asupan pakan kering, ampas, hingga pemeriksaan kesehatan hewan secara rutin, tiga bulan sekali. ’’Ini demi menjaga agar kondisi ternak kambing maupun sapi terjaga. Dari pertumbuhan, kesehatan, hingga dinyatakan poel (usia 12-18 bulan) dan layak kurban,’’ tandasnya.
Sekretaris BUMDes Jampi Sejati M. Fatih Irfandi menambahkan, melihat perkembangan peternakan yang memuaskan ini, belakangan mulai banyak masyarakat berdatangan untuk membeli kambing dan sapi jenis simental untuk hewan kurban. Setidaknya sudah satu ekor sapi dan enam ekor kambing siap dikirimkan ke panitia penyembelihan kurban pada H-1 Hari Raya Idul Adha, 27 Mei mendatang. ’’Alhamdulillah, para pembelinya adalah panitia hewan kurban dari Desa Jampirogo sendiri. Artinya, konsep dari dan untuk warga sepenuhnya berjalan dengan baik,’’ tandasnya.
Tujuh hari menjelang Hari Raya Kurban, baik warga dari dalam maupun luar desa mulai berdatangan ke kandang kambing dan sapi. Mereka melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi hewan ternak dan menyatakan berminat untuk membeli sebagai hewan kurban di masjid dan musala. ’’Target kami, semoga ternak kambing dan sapi ini semua terjual, dan asas manfaatnya memberikan konstribusi ekonomi kepada warga desa,’’ tegasnya.
Selain kondisi yang sehat, ketertarikan pembeli terhadap kambing dan sapi milik BUMDes ini juga dilatarbelakangi harganya yang relatif bersaing. Untuk satu ekor kambing, misalnya, Fatih mengaku menjual di kisaran Rp 2,5 juta-Rp 3,5 juta per ekor. ’’Tergantung kondisi ternaknya. Untuk sapi kemarin sudah laku satu ekor dan kami sepakat dengan harga Rp 24 juta,’’ imbuh dia.
Dari pendapatan tersebut, BUMDes dan desa lantas bersepakat untuk berbagi hasil dengan mitra dan warga pengelola. Yakni, menggunakan skema 70 persen untuk peternak sekaligus pemilik lahan, serta 30 persen diberikan kepada BUMDes. ’’Kemudian dari laba bersihnya, syukur alhamdulillah kita mampu menyumbang PADes kisaran antara Rp 4 juta-Rp 5 juta per tahun,’’ tandasnya.
Berkat komitmen pengurus BUMDes dan warga mitra penggemukan ternak ini, pemdes berharap peluang tersebut semakin membantu membangkitkan roda ekonomi dan kesejahteraan desa berpenduduk 3.400 jiwa ini. ’’Harapan kami, ke depan unit usaha ini dapat memberikan nilai tambah bagi warga. Karenanya, kami ingin memberikan kesempatan seluas mungkin melalui penambahan kandang dan sistem pengelolaan yang melibatkan warga,’’ tambah Dony. (ris/fen)
Editor : Fendy Hermansyah