Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, memiliki segudang potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata tingkat mancanegara. Pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan penataan kelembagaan saat ini menjadi fokus pemerintah desa dalam mengembangkan potensi wisata seperti situs bersejarah, tradisi, hingga produk UMKM unggulan.
’’PERLAHAN namun pasti, Desa Gemekan terus bergerak ke arah desa wisata yang menjangkau tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga internasional,’’ kata Kepala Desa Gemekan Shodiqin. Pengembangan desa wisata itu dimulai lewat kegiatan pemberdayaan SDM. Salah satunya kerja sama kemitraan pelatihan bahasa Inggris dengan Universitas Airlangga, Surabaya, yang sudah berjalan sejak tahun lalu.
Sekretaris Desa Gemekan Hendra Agung Setiawan menambahkan, pelatihan tahun ini difokuskan pada guiding atau aktivitas pemandu wisata bagi turis mancanegara. Para peserta yang merupakan warga desa dilatih menjadi tour guide.
’’Targetnya adalah pembentukan LAD (lembaga adat desa) dan pokdarwis atau kelompok sadar wisata, kelembagaan ini penting dalam pengembangan desa wisata,’’ tuturnya.
Pengembangan SDM itu sebelumnya telah diawali lewat pelatihan kreator konten hingga menari dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur. (adi/fen)
Menuju Wisata Kelas Mancanegara
- Potensi wisata meliputi Situs Gemekan, Tradisi Maulidan, Ruwah Desa, Barikan, pertanian, hingga UMKM kerupuk dan tempe.
- Dikembangkan jadi destinasi untuk wisatawan lokal dan internasional.
- Saat ini SDM masyarakat dibangun lewat pelatihan tour guide hingga menari.
- Rancang pembentukan LAD dan pokdarwis sebagai penggerak desa wisata.
Editor : Fendy Hermansyah