”Kita upayakan program ketahanan pangan ini bisa berkolaborasi dengan MBG. Apakah nanti kita bisa kontrak kerja sama dengan SPPG, perlu kita komunikasikan dahulu nanti.”
Zainal Abidin
Kepala Desa Klinterejo
PEMERINTAH Desa (Pemdes) Klinterejo, Kecamatan Sooko, terus mengoptimalkan potensi yang ada di tiga dusun. Inovasi anyar dengan mengintegrasikan program ketahanan pangan desa dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal segera ditelurkan.
Langkah ini merujuk pada besarnya potensi budi daya ikan konsumsi jenis gurami dan patin dari program ketahanan pangan Desa Klinterejo. Dalam sekali panen rentang 3-5 bulan sekali, hasilnya cukup melimpah, yakni mencapai 8 kuintal lebih. Budi daya ikan air tawar ini sudah empat tahun berjalan dengan memanfaatkan tas kas desa (TKD) seluas setengah hektare yang diisi tiga kolam, masing-masing seluas 17 x 40 meter.
”Kita akan upayakan supaya hasil panen ketahanan pangan ini bisa mendukung program pemerintah lainnya, yaitu MBG,” ungkap Kepala Desa Klinterejo Zainal Abidin, kemarin (7/5). Ia menjelaskan, sejauh ini hasil panen ikan yang dikelola BUMDes Kahuripan tersebut dijual ke tengkulak asal Jombang. Agar asas manfaat lebih optimal, hasil panen bakal disorong ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
”SPPG terdekat ada di desa sebelah, Kedungmaling dan Gemekan. Kalau di sini belum ada,” terangnya. Pihaknya kini tengah merumuskan skema penjualan hasil penen budi daya ikan air tawar ke dapur program MBG tersebut. Terlebih, kandungan gizi pada ikan jenis gurami dan patin yang dibudidayakan juga relatif tinggi.
”Kita upayakan program ketahanan pangan ini bisa berkolaborasi dengan MBG. Apakah nanti kita bisa kontrak kerja sama dengan SPPG, perlu kita komunikasikan dahulu nanti,” beber Abidin. Ia menambahkan, harga jual ikan tetap berpegang pada prinsip awal. Yakni, wajib lebih murah dari harga pasaran. ”Katakan kalau di luar harga Rp 25 ribu per kilogram, kita jual di bawahnya,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah