Pemerintah Desa (Pemdes) Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, terus memaksimalkan layanan posyandu. Kegiatan pelayanan kesehatan dasar yang diselenggarakan di setiap dusun itu menjadi upaya untuk membangun generasi sehat sejak dini.
KEPALA Desa Kesimantengah Bangga Al Hakim mengatakan, layanan posyandu diberikan secara rutin setiap bulan di lima dusun. Meliputi, Dusun Kesiman, Jati, Ngemplak, Karangan, dan Galenglo. Pelaksanaan secara bergilir ini bertujuan agar seluruh warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara merata dan berkelanjutan.
Layanan posyandu diberikan dalam bentuk pemeriksaan ibu hamil, edukasi persiapan persalinan, pelayanan kesehatan balita melalui imunisasi, pemberian vitamin, serta deteksi dini tumbuh kembang anak. ”Warga lansia juga mendapat pemeriksaan kesehatan dasar dan konsultasi untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut,” tuturnya, kemarin (28/4).
Kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di desa melakukan pendataan, penimbangan dan pengukuran balita, pencatatan tumbuh kembang anak melalui Kartu Menuju Sehat (KMS), hingga memberikan edukasi tentang gizi dan pola hidup sehat kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mereka didampingi bidan dan perawat desa yang memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat. ”Salah satu fokus utama kami adalah menekan angka stunting melalui pemantauan gizi yang berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap anak tumbuh sehat dan optimal,” jelasnya. Di sisi lain, kesehatan ibu hamil dan kesejahteraan lansia juga menjadi bagian penting dari pembangunan kesehatan desa secara menyeluruh.
Menurutnya, posyandu adalah cerminan gotong royong masyarakat. Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya bergantung pada kader dan tenaga kesehatan, melainkan juga kesadaran dan keterlibatan keluarga. Peran orang tua, baik ibu maupun ayah, lanjut dia, menjadi kunci dalam memastikan anak mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan yang optimal.
”Posyandu adalah tempat kita menjaga harapan. Di sinilah kita memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, ibu-ibu terjaga kesehatannya, dan para orang tua tetap mendapatkan perhatian. Ini bukan hanya tugas kader atau tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai keluarga dan masyarakat,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah