Pemerintah Desa (Pemdes) Kemantren, Kecamatan Gedeg, memberikan surat edaran kepada seluruh warga desa untuk mewujudkan program Desa Mandiri. Imbauan tersebut diterapkan sebagai upaya nyata untuk menciptakan lingkungan yang asri, sehat secara jasmani maupun rohani, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang.
KEPALA Desa Kemantren Ahmad Zaidi menuturkan, perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil di tingkat rumah tangga. Oleh karenanya, surat imbauan tersebut dikeluarkan supaya warga mengawali transformasi perilaku hidup sehat. ’’Kami ingin warga Desa Kemantren tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga memiliki lingkungan yang mendukung kualitas hidup yang baik,’’ ujarnya.
Adapun dalam edaran tersebut terdapat beberapa poin utama yang diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh warga. Mulai dari budaya hidup sehat dari dalam rumah. Warga diimbau untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan keluarga. ’’Salah satunya dengan berhenti merokok di dalam rumah untuk melindungi anggota keluarga dari asap rokok. Kemudian memastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik serta mengonsumsi makanan sehat berorientasi gizi seimbang dan menjaga kebersihan diri,’’ jelasnya.
Pihaknya juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan dan penghijauan supaya ekosistem desa tetap terjaga. Itu bisa dilakukan dengan perawatan pohon pelindung dan larangan keras membuang sampah ke sungai maupun di pinggir jalan. ’’Kami juga mengarahkan warga untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman obat keluarga (Toga) dan sayur-sayuran untuk ketahanan pangan mandiri,’’ beber Zaidi.
Masalah sampah juga menjadi perhatian khusus. Warga diminta mulai aktif dalam memisahkan sampah organik dan non-organik (anorganik) langsung dari rumah. Ia juga mengimbau warga agar mengolah sampah organik menjadi kompos. ’’Jika diolah sebagai kompos skala rumah tangga, otomatis dapat mengurangi beban pembuangan sampah akhir,’’ paparnya.
Yang terakhir, dalam surat edaran tersebut, ia meminta para warga menjaga kestabilan energi untuk masa depan. Yaitu dengan langkah mematikan lampu di siang hari atau saat tidak digunakan. Kemudian, memaksimalkan pencahayaan alami melalui jendela dan genting kaca, serta menggunakan air secukupnya secara bijak.
’’Kami berharap melalui sosialisasi dan imbauan tertulis ini, seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama. Dengan lingkungan yang bersih dan pola hidup yang sehat, diharapkan derajat kesehatan masyarakat Kemantren dapat terus meningkat,’’ tandas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah