ad
Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, berkomitmen dalam pelestarian kawasan hutan. Hal itu diwujudkan lewat penguatan kolaborasi dengan Perhutani Mojokerto dalam upaya pengawasan dan pelaksaan program tanaman.
KEPALA Desa Tanjungan Suparlik mengatakan, keberadaan kawasan hutan di desanya memiliki banyak manfaat. Selain menambah keasrian wilayah, hutan yang dikelola Perhutani juga memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. ’’Program tanaman hutan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial kepada warga kami,’’ ucapnya, kemarin.
Kawasan hutan di Desa Tanjungan didominasi tanaman jati dan kayu putih. Lahan Perhutani itu juga dimanfaatkan warga untuk pertanian dengan tanaman jagung maupun cabai. Sistem agroforestri yang memadukan kegiatan pertanian dengan kehutanan ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi tumpuan sebagian masyarakat.
Karena itu, Suparlik menyatakan, kelestarian hutan menjadi aspek yang diperhatikan. ’’Kami berkolaborasi dan bersinergi dengan Perhutani bagaimana supaya kawasan hutan ini tetap lestari dan aman. Artinya, memberi manfaat bagi masyarakat, tapi di sisi lain tanaman hutan juga aman dan subur,’’ tandasnya.
Menurutnya, wilayah hutan yang dikelola oleh Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kemlagi itu juga penting untuk pengembangan wisata Waduk Tanjungan. Waduk dengan konsep ekowisata yang dikelola BUMDes Tanjung Lestari tersebut kini terus dipercantik. Wisata desa ini memiliki wahana seperti pulau buatan di tengah waduk dan berbagai spot kekinian dengan dikelilingi perbukitan asri yang dipenuhi pepohonan hutan Perhutani. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah