TINGGINYA potensi cagar budaya Majapahit menjadi perhatian serius Pemerintah Desa (Pemdes) Kumitir, Kecamatan Jatirejo. Selain ikut melestarikan situs, pemdes juga turut andil dalam pembebasan lahan untuk dijadikan kawasan obvservasi cagar budaya.
Salah satunya cagar budaya sisa reruntuhan kompleks istana Raja (Bhre) Wengker sekaligus pendharmaan Mahesa Cempaka dengan luas sekitar 9 hektare. Atas bantuan pemdes setempat, lahan yang sebelumnya milik warga kini telah dilepas dan menjadi milik pemerintah melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur di Trowulan.
Meski sempat menuai pro kontra di tengah-tengah masyarakat, pembebasan lahan akhirnya terealisasi setelah empat tahun bernegosiasi. ’’Prosesnya dari tahun 2019 sampai 2023. Dinamikanya di masyarakat itu yang mempengaruhi,’’ ungkap Kepala Desa Kumitir, Mokhamad Khoirun.
Tidak sekadar membebaskan, Pemdes juga membangun jalan paving sepanjang 750 meter dan rampung dibangun sejak 2022. Termasuk membangun ornamen majapahit di sekitar area situs. Tujuannya, untuk mempertegas identitas Kabupaten Mojokerto sebagai ibu kota Kerajaan Majapahit.
Atas andil tersebut, BPK Wilayah XI Jawa Timur turut memberikan penghargaan kebudayaan kepada Pemdes Kumitir. ’’Kita dapat penghargan (kebudayaan) salah satunya karena (mendukung proses pembebasan lahan) itu,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah