KEPALA Desa Randegan Gatot Dwitanto mengatakan, sebanyak 35 pelaku UMKM berpartisipasi dalam bazar takjil Ramadan. Mereka mengisi stan jualan yang telah disediakan untuk menjajakan takjil kekinian hingga makanan tradisional. Selain jajanan, di ruas jalan tersebut juga bisa ditemukan berbagai bentuk kerajinan tangan hasil kreativitas warga setempat.
’’Kami ingin UMKM di Randegan naik kelas. Dengan adanya bazar ini, perputaran ekonomi terjadi di dalam desa kita sendiri, dan masyarakat juga dimudahkan dalam mencari menu berbuka yang sehat dan terjangkau,’’ tuturnya.
Gatot menyatakan, kegiatan ini bertujuan memperkuat ekonomi desa sekaligus memberikan ruang bagi warga dalam memasarkan produknya secara langsung. Pemdes berharap bazar yang telah menjadi agenda rutin tahunan bisa semakin digelar lebih besar pada tahun berikutnya.
Bazar takjil Ramadhan ini direncanakan akan berlangsung selama satu bulan penuh. Selain menjadi pusat belanja, lokasi ini juga menjadi tempat silaturahmi bagi warga di wilayah ujung utara Kabupaten Mojokerto Dawarblandong dan sekitarnya sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Sementara itu, Ketua Paguyuban UMKM Desa Randegan Hajir, menyatakan antusiasme para pelaku usaha sangat tinggi. Menurutnya, keterlibatan 35 pelaku UMKM ini merupakan bukti solidnya komunitas usaha di tingkat desa.
’’Teman-teman UMKM sangat kompak. Kami pastikan produk yang dijual di sini memiliki kualitas terbaik dengan harga yang pas di kantong warga. Ini adalah ajang pembuktian bahwa produk desa tidak kalah bersaing,’’ ucapnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah