KABUPATEN - Diresmikannya Jembatan Bubak, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa membuka harapan baru bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan warga Desa Kebontunggul yang memanfaatkan jembatan tak hanya sebagai pendukung konektivitas, tetapi juga jadi penopang perekonomian.
Kepala Desa Kebontunggul Siandi mengungkapkan, pembangunan Jembatan Bubak membawa dampak manfaat langsung bagi masyarakat. Pasalnya, akses yang membentang sepanjang 60 meter dan lebar 7 meter ini memudahkan warga sebagai sarana penghubung antardesa. ”Semoga jembatan Bubak memberikan nilai manfaat bagi masyarakat Mojokerto,” harapnya.
Bahkan, keberadaan Jembatan Bubak kini juga turut menunjang perekonomian masyarakat. Sebab, sejak rampungnya proyek yang menyerap anggaran sebesar Rp 13,2 miliar dari APBD Pemprov Jatim tahun 2025 ini mampu menciptakan lapangan usaha baru. ”Dengan adanya Jembatan Bubak, UMKM masyarakat jadi lebih tumbuh,” tandas dia.
Terlebih, jembatan dengan kontruksi rangka baja ini juga dilengkapi dengan ornamen lampu yang menambah eksotisme di jalur yang menghubungkan Desa Kebontunggul dan Desa/Kecamatan Gondang. Siadi berharap, Jembatan Bubak dapat menjadi destinasi wisata baru. ”Hampir setiap hari selalu ramai pengunjung,” imbuhnya.
Karenanya, Pemdes Kebontunggul menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah dan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa yang telah merealisasikan pembangunan jembatan. Mengingat, akses vital tersebut sebelumnya terputus akibat diterjang banjir 2024 silam. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah