Metode untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan pangan di setiap desa saat ini cukup beragam. Di antaranya fokus ke pertanian, peternakan, dan perikanan. Hal ini juga berlaku di Desa Tempuran, Kecamatan Pungging. Pemerintah desa (pemdes) setempat bahkan berinisiatif membuat kandang dan menggulirkan program ternak kambing jenis gibas.
DI akhir tahun 2025 kemarin, Pemdes Tempuran, Kecamatan Pungging, menggulirkan penyertaan modal kepada BUMDes Barokah. Kucuran anggaran itu bertujuan untuk meningkatkan program ketahanan pangan melalui peternakan kambing.
’’Untuk meningkatkan dan menjaga ketahanan pangan, kami fokus ke peternakan,’’ kata Kasi Kesejahteraan Pemdes Tempuran Yudi Santoso, saat ditemui kandang peternakan kambing, kemarin (4/2). Dia menuturkan, selama ini yang bergerak menjalankan program tersebut ditangani langsung oleh BUMDes Barokah. ’’Memang sejak akhir tahun kemarin Bumdes memilih untuk beternak kambing,’’ imbuhnya.
Dia menjelaskan, usaha peternakan dan pengembangan kambing ini dinilai sangat cocok saat digulirkan di Desa Tempuran. ’’Awal modal untuk pembuatan kandang dan untuk pembelian kambing serta pasokan pangan selama dua bulan ini menyentuh kisaran 140 jutaan,’’ terang Yudi. Lokasi pembuatan kandang yang ada di Dusun Tempuran ini pun juga dipandang sangat strategis. ’’Lokasi kandang relatif aman, karena agak jauh dari pemukiman warga,’’ tandasnya.
Dia menambahkan, dengan awal menyediakan 33 ekor indukan dan 10 jantan ekor kambing jenis gibas ini diharapkan bisa lebih cepat membuahkan hasil yang baik ke depannya. Menurutnya, dipilihnya peternakan kambing jenis gibas karena cukup berpotensi dan cukup menjanjikan secara pendapatan. Tak lain, berkat daya tubuh ternak yang kuat dan mampu beradaptasi dengan cepat. ’’Kambing gibas biasanya terkenal dengan daya tahan tubuhnya yang kuat, cepat adaptasi, dan pertumbuhannya cepat,’’ imbuhnya.
Pemdes berharap adanya program ketahanan melalui peternakan kambing gibas ini akan dapat meningkatkan perekonomian warga Desa Tempuran, khususnya saat Hari Raya Idul Adha tiba. Di mana warga tidak lagi kebingunan untuki mencari hewan kurban. ’’Dengan penyediaan hewan yang mudah dan cepat, apalagi dengan kualitas yang sehat, diharapkan menjadi solusi bagi warga Desa Tempuran. Khususnya, dalam hal pemenuhan kambing di sekitar desa,’’ pungkas Yudi. (dik/ris)
Editor : Fendy Hermansyah