Rencana pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto ke Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, mendapat sambutan positif dari warga. Mereka mendukung penuh proses yang sedang berlangsung dan berharap langkah tersebut bisa semakin memajukan daerah.
KEPALA Desa Jotangan M. Irfak mengatakan, pemerintah desa dan warga tanpa ragu mendukung upaya pemkab untuk menjadikan wilayah Jotangan sebagai lokasi ibu kota daerah. ”Baik masyarakat, lahan, dan lain-lain sudah siap semua,” tuturnya, kemarin (3/2).
Tak hanya memberi dukungan moril, pihak desa juga berperan aktif mewujudkan proses pemindahan pusat pemerintahan yang telah dirancang sejak 45 tahun silam tersebut. Yakni, melalui proses pembebasan lahan untuk gedung perkantoran baru. ”Untuk sementara ini desa berperan dalam pembebasan lahan dan alhamdulillah sudah beres semua,” jelasnya.
Menurut Irfak, area yang akan menjadi tempat pembangunan kantor bupati dan lain-lain berada di Dusun Kemloko. Sertifikat tanah warga di kawasan Pusat Oleh-Oleh Mojosari dan sekitarnya telah ternotaris dan tinggal pembayaran. Area tersebut memang strategis karena berada di jalan nasional dan dekat dengan sentra aktivitas masyarakat, seperti Stadion Gajah Mada.
Irfak berharap realisasi pemindahan ibu kota turut membawa dampak positif bagi desa dan warga. Baik dari segi peningkatan akses layanan publik hingga taraf perekonomian masyarakat. ”Semoga langkah ini bisa memajukan daerah Kabupaten Mojokerto, termasuk Desa Jotangan juga,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah