Penjabat (Pj) Kepala Desa Seloliman Sucipto mengatakan, dirinya salut dengan dedikasi dan semangat relawan KSB. Di sela kegiatan rutin bertani, mengurusi ternak, hingga menjadi tukang bangunan, mereka sigap menangani bencana yang terjadi di desanya. ”Angkat topi saya dengan beliau-beliau ini,” ungkapnya, Selasa (27/1).
Menurut Cipto, saat ini KSB memiliki 14 orang relawan. Mereka meliputi warga setempat. Kelompok tersebut sudah terbentuk sejak beberapa tahun lalu. Belakangan, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto juga menginisiasi kampung siaga bencana secara kelembagaan yang semakin menegaskan eksistensi KSB Desa Seloliman.
”Kelompok ini sudah berkegiatan sebelum adanya program dinsos, mereka berswadaya ketika ada bencana alam maupun tindakan prabencana, baik atas komando dari pemerintah desa maupun inisiatif sendiri,” jelasnya.
Aksi tanggap relawan KSB salah satunya terpotret saat kejadian tanah longsor yang menimpa satu rumah warga di Dusun Balekambang akhir Desember 2025 lalu. Para relawan bergerak cepat melakukan berbagai upaya, seperti membuat saluran air hujan darurat, membersihkan material longsor, serta menyelamatkan puing-puing bangunan yang tersisa. Mereka bergerak dengan sigap walaupun dengan prasarana seadanya dan membawa peralatan pribadi. ”Seperti tergerak secara otomatis, tanpa komando,” ucapnya.
Adapun dalam hal pencegahan, relawan KSB secara rutin juga melakukan kegiatan pemangkasan pohon rindang untuk mencegah peristiwa pohon tumbang. Salah satunya di kawasan Petirtaan Jolotundo yang memiliki banyak vegetasi pohon besar dan banyak dikunjungi wisatawan. ”Kalau prabencana itu ada pruning (pemangkasan), lalu penanaman pohon dan penanaman rumput di lokasi-lokasi yang rawan longsor,” tutur pria yang menjabat Pj Kades Seloliman sejak 1 September 2025 itu.
Keberadaan relawan KSB, lanjut dia, sangat dibutuhkan, mengingat topografi Desa Seloliman yang berada di lereng Gunung Penanggungan. Kontur dataran tinggi membuat potensi bencana banjir, longsor, hingga pohon tumbang, sering terjadi. ”Jadi memang sangat kami butuhkan adanya kelompok masyarakat yang mau mengorganisir diri dengan menunjukkan kepeduliannya,” paparnya.
Kini, lanjut Cipto, selain terus memberdayakan para relawan, pemerintah desa juga menerjunkan para perangkat desa untuk terlibat langsung dengan KSB. ”Teman-teman perangkat desa mulai saya gabungkan dengan mereka supaya bisa menumbuhkan kepedulian yang lebih,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah