KABUPATEN - Selain menghadirkan destinasi alam yang mempesona, Kecamatan Trawas juga dikenal dengan kawasan pertanian penghasil buah durian. Salah satunya di Desa Duyung. Di sini wisatawan bahkan dapat mampir langsung ke rumah-rumah warga untuk menawar dan mecicipi sang raja buah.
Melewati kawasan Desa Duyung, Kecamatan Trawas, yang terlintas di benak wisatawan dan pengunjung dari berbagai daerah adalah buah durian. Maklum, buah berasa manis legit dengan kulit berduri ini selalu menjadi primadona. ”Sekarang sudah mulai masa panen,” ujar Eka Nur Octaviana, pedagang buah durian sekaligus warga Desa Duyung kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (8/1).
Dikenal dengan kampung durian, karena desa yang berada di sisi barat lereng Gunung Penanggungan ini banyak tumbuh pepohonan durian. Salah satu di antara yang paling dikenal adalah jenis durian merica. Meski bentuknya tampak mungil, namun sensasi rasanya tak kalah dengan jenis durian lainnya. ”Selama ini memang jenis merica yang banyak dicari. Tetapi, petani sudah banyak memiliki ragam tanaman durian. Sehingga akan banyak pilihan,” imbuhnya.
Eka menuturkan, di samping jenis durian lokal, tak sedikit wisatawan yang mampir langsung ke dapur rumahnya itu menanyakan jenis durian lainnya. Seperti musang king atau berjenis mentega susu dengan harga bervariasi. Penampilan buahnya tampak menggiurkan, dagingnya tebal, beraroma khas, dan menyimpan rasa yang manis. ”Untuk puncak panen mungkin bulan Februari. Sekarang baru ada beberapa yang memang panen dan itu pun langsung laku terjual,” jelasnya.
Meski demikian, selama cuaca ekstrem dan musim penghujan ini, para petani durian merasa hasil panen mereka tidak maksimal. Selain buah mudah busuk, juga rentan ganggun hama yang menghinggapi buah durian di atas pohon. ”Artinya, harus pintar memilih dan memilah, karena buah yang dipetik dari pohon langsung ini yang dicari wisatawan,” tandasnya.
Berkat menyandang status kampung durian, warga setempat seolah kecipratan berkahnya. Hampir setiap akhir pekan, hilir mudik kendaraan wisawatan dari berbagai daerah yang memburu durian lokal dari warga. Sehingga ekonomi warga lokal pun terkerek. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah