Mampu menciptakan sejumlah inovasi teknologi tepat guna menjadikan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Sumber Oetoen Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, sebagai jujukan studi tiru sejumlah instansi dari berbagai daerah. Termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang ingin mengetahui lebih dalam karya inovasi pemuda Desa Sumberwuluh ini.
Kamis (20/11) lalu, perwakilan tim DPMD dan kepala desa dari daerah Paser Buen Kesong mengunjungi posyantek yang berdiri sejak tahun 2023 ini. Tidak sekadar sharing, mereka juga melihat dari dekat proses produksi mesin teknologi tepat guna (TTG) yang dikerjakan pemuda desa setempat.
Kepala Desa Sumberwuluh Kunardi menjelaskan, ditunjuknya Posyantek Sumber Oetoen sebagai lokasi studi tiru tak lepas dari prestasi yang digapai salah satu unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumberwuluh selama dua tahun terakhir.
Salah satunya juara pertama posyantek tepat guna desa Provinsi Jatim tahun 2024 dan 15 besar Posyantekdes se-Indonesia di tahun yang sama. ’’Jadi jujukan studi tiru karena rekomendasi dari tim Kementerian Desa (Kemendes). Karena informasi yang mereka (DPMD Kabupaten Paser, Red), karya inovasi posyantek memiliki manfaat langsung ke masyarakat,’’ ungkapnya.
Dalam studi tirunya, sejumlah karya teknologi tepat guna dipamerkan langsung pengelola Posyantek Sumber Oetoen. Seperti mesin roasting kopi, mesin peras santan, mesin pencacah rumput, mesin pencabut bulu ayam, pengaduk adonan bakpau hingga kompor berbahan baku oli bekas.
Termasuk cara memproduksi mesin-mesin tersebut hingga layak dijual dengan harga terjangkau. Khususnya mesin roasting kopi yang dijual dengan harga tak kurang dari Rp 10 juta untuk kapasitas 5 kilogram (kg).
Selain itu, Posyantek Sumber Oetoen juga memberikan edukasi dan motivasi gratis tentang pengelolaan Posyantek. ’’Kami ada program konseling dan sosialisasi. Termasuk juga pendampingan gratis bagi konsumen yang membutuhkan maintenance atas produk yang kami hasilkan,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi