Jelang akhir tahun, Pemerintah Desa (Pemdes) Kemantren, Kecamatan Gedeg melaksanakan Musyawarah Desa (MusDes) Insidental. Kegiatan tersebut dilaksanaka untuk pemaparan Pertanggungjawaban Keuangan Khusus Program Pemberdayaan BUMDesa per Januari 2025.
KEPALA Desa Kemantren Ahmad Zaidi mengatakan, musdes ini bertujuan untuk menyampaikan laporan penggunaan dana bantuan yang telah diterima BUMDesa. Sekaligus menampung masukan dari masyarakat. ’’Jadi, realisasi program kerja yang telah digarap selama setahun ini dipaparkan secara terbuka,’’ katanya.
Diawali dengan pembacaan laporan keuangan pertanggungjawaban BKK Provinsi TA 2025. Dana yang diterima sebesar Rp 100 juta telah dialokasikan dengan rincian Rp 96 juta. Itu digunakan untuk pembelian 2 unit Tosa dan pemanfaatan tempat sampah, gerobak, mesin, dan perlengkapan terkait kebersihan. ’’Sisa Rp 4 juta dialokasikan untuk BOP (Biaya Operasional) yang mencakup rapat, perjalanan dinas, ATK, dan lainnya,’’ imbuhnya.
Selama pemaparan, warga juga memberikan masukan terkait pelayanan pengambilan sampah. Di mana, pelayaman tersebut alangkah baiknya untuk ditingkatkan. ’’Karena ketersediaan tempat sampah yang masih terbatas, sehingga belum merata menjangkau semua warga,’’ terangnya.
Pihaknya juga telah memberikan usulan untuk kendala tersebut. Yakni dengan menyiapkan nomor aduan yang bisa dihubungi masyarakat untuk menyampaikan saran, kritik, atau keluhan terkait pelayanan BUMDes. ’’Sehingga, apa yang diharapkan masyarakat bisa segera terpenuhi, BUMDes juga bisa memperbaiki layanannya kepada masyarakat,’’ terangnya.
Selain diikuti perangkat desa, musdes ini juga dihadiri oleh Ketua BPD dan anggota, ketua RT dan RW se-Desa Kemantren, tokoh agama dan masyarakat, perwakilan petani, BUMDes dan unsur masyarakat lainnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi