Sementara itu, di sisi pelayanan, di bawah kepemimpinan Kades Brangkal Nur Ely Suryani, semua perangkat desa dituntut untuk selalu memberikan pelayanan terbaik, tanpa batas, dan sepenuh hati. ”Artinya, tanpa batas itu, kami bersama perangkat semaksimal mungkin memberikan pelayanan cepat, tanggap, dan solutif. Bisa dikatakan selama 25 jam kami siap melayani warga,” ujar Nur Ely Suryani.
Memang, sejak resmi dilantik sebagai kades pada 2022 lalu, perempuan berlatar belakang sebagai guru dan entrepreneur ini selalu menekankan kepada para perangkat. Mulai dari sekretaris desa, kepala dusun, kepala urusan (kaur), hingga pengurus RT dan RW, agar selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di antara yang paling utama adalah program pelayanan kesehatan.
Dia mengungkapkan, Pemdes Brangkal cukup mendukung sekaligus mengapresiasi program unggulan Gus Bupati Muhammad Albarraa berupa Universal Health Coverage (UHC). Terlebih, program pelayanan kesehatan gratis bagi warga Kabupaten Mojokerto ini dapat dengan mudah diakses cukup menggunakan KTP tanpa perlu khawatir terkait biaya pelayanan dan pengobatan. ”Artinya, kami di desa ini sangat terbantu dengan program kesehatan itu. Khususnya, bagi warga yang tidak mampu dan tidak lagi terkover melalui KIS (kartu Indonesia sehat),” katanya.
Di Desa Brangkal, Ely, begitu Nur Ely Suryani akrab disapa, menjelaskan, tercatat sebanyak 700 hingga 800 warga yang sudah terkover program UHC. Khususnya, bagi warga yang membutuhkan pelayanan dan perawatan intensif akibat sakit dan gangguan kesehatan yang dialami. Sehingga, mengharuskan penanganan emergency atau pelayanan darurat dengan cepat dan tepat.
”Belum lagi jika ada warga yang mengalami kecelakaan. Prinsipnya, kita melayani dulu agar warga segera ditangani tim medis dan mendapat perawatan maksimal. Soal administratif bisa menyusul belakangan. Yang penting warga tertangani dulu,” tegasnya. (ris)
Editor : Hendra Junaedi