Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Atasi Persoalan Sampah dengan TP3R Berbasis Kemandirian

Moch. Chariris • Minggu, 9 November 2025 | 15:10 WIB

 

GOTONG ROYONG: Warga Desa Brangkal bekerja sama membuat kompos dalam program kebersihan lingkungan dan penghijauan yang digalakkan Pemdes Brangkal.
GOTONG ROYONG: Warga Desa Brangkal bekerja sama membuat kompos dalam program kebersihan lingkungan dan penghijauan yang digalakkan Pemdes Brangkal.

Beberapa tahun belakangan sampah masih menjadi persoalan serius bagi lingkungan. Volume sampah rumah tangga yang terus menggunung jika tidak dikelola dengan baik justru berpotensi mengakibatkan gangguan kesehatan bagi warga sendiri. Setidaknya kondisi itulah yang kini sedang dijawab secara solutif oleh Pemdes Brangkal, Kecamatan Sooko. 

Tahun ini, pemdes bersama warga yang konsen terhadap kebersihan lingkungan mulai membangun tempat pengelolaan sampah berkonsep reduce, reuse, dan recycle atau TP3R. ”Sekarang masih dalam tahap pembangunan. Kami mohon doanya agar segera rampung dan bisa dimanfaatkan dengan baik,” terang Kepala Desa Brangkal Nur Ely Suryani. 

Dia menuturkan, pembangunan TP3R ini memang tidak bisa dilepaskan dari terus membeludaknya sampah rumah tangga. Sehingga, agar lingkungan desa dan permukiman warga bebas dari pembuangan sampah sembarangan yang berujung mendatangkan berbagai macam penyakit, pemdes berinisiatif memberikan solusi berbasis kemandirian. 

Berkat bantuan satu unit mesin pencacah berbasis TP3R dari Pemkab Mojokerto, Desa Brangkal kini bersiap menuju lingkungan yang bersih dan sehat. ”Sebelumnya memang sudah ada bak-bak penampungan sampah. Tapi, jika tidak ada solusi penanganan sampah dengan baik, kami khawatir justru berdampak terhadap kesehatan warga dan lingkungan,” paparnya. 

Dia menegaskan, sedianya TP3R ini menjadi fasilitas lokal di tingkat desa hingga RT dan RW dalam mengelola sampah secara mandiri. Tujuannya, memang untuk mengurangi sampah yang menuju ke tempat pemrosesan akhir (TPA), dengan cara pemilahan sampah organik dan anorganik, kemudian mengolahnya menjadi produk bernilai. Seperti kompos dari sampah organik, dan mendaur ulang sampah anorganik. ”Tentunya, dari pengelolaan ini bisa memberikan pendapatan bagi desa dan warga. Baik melalui retribusi atau hasil pengelolaan sampah yang disulap menjadi pendapatan,” paparnya. (ris)

Editor : Hendra Junaedi
#sooko mojokerto #pengolahan sampah berbasis desa #brangkal mojokerto #kompos #TPS3R