Kunci dari kesuksesan pembangunan, ekonomi, dan pemberdayaan warga desa adalah berangkat dari inovasi serta kreativitas pemerintah desa (pemdes). Nah, Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, termasuk di antara yang kini paling getol menggulirkan beragam program kreatif sekaligus inspiratif. Dari mulai memanfaatkan tanah kas desa (TKD) menjadi wisata desa bertajuk Brangkal Firal Park, hingga membuka rumah dan toko (ruko) yang dikelola warga demi bergulirnya ekonomi desa.
Dari ide cemerlang Kepala Desa Brangkal Nur Ely Suryani, desa berpenduduk sekitar 3.500 jiwa itu kini melesat dan berkembang. Bukan saja dari sektor pembangunan insfrastruktur, namun berkat konsep dan gagasan brilian, desa kini mampu menggerakkan ekonomi kreatif. Yakni, melalui pemanfaatan potensi-potensi yang ada dan bermanfaat.
Seperti tanah kas desa (TKD), hingga bangunan yang dapat digunakan sebagai pertokoan dengan sistem sewa. ”Wisata Desa Brangkal Firal Park yang dibangun di atas lahan TKD seluas 4 hektare sekarang ini sedang menuju tahapan pemenuhan sarana dan prasarana wisata desa,” ujar Nur Ely Suryani.
Dia menuturkan, konsep wisata desa yang sedang dalam proses pengembangan tersebut menggunakan mekanisme ekonomi kemaslahatan. Menyusul, lanjut Nur Ely Suryani, semua yang terlibat di dalamnya adalah warga setempat. ”Prinsipnya, mewujudkan ekosistem perekonomian desa, dengan menggerakkan dan melibatkan semua warga desa,” imbuh perempuan kelahiran 2 November 1983 ini.
Wisatawan atau pengunjung yang datang ke Brangkal Firal Park akan dimanjakan dengan beragam fasilitas berbasis kearifan lokal. Meliputi, kebun jeruk di atas lahan seluas 1 hektare, kolam pancing, hingga kuliner bercita rasa khas pedesaan. ”Bukan hanya itu saja, ke depan wisata desa ini terus kami lengkapi wahananya. Seperti menyiapkan adventure ATV dan wahana bermain air bagi anak-anak. Dengan harapan, bisa menjadi jujukan wisata keluarga yang nyaman dan aman,” imbuh perempuan berlatar belakang seorang pendidik ini.
Ibu tiga anak ini manargetkan, wisata desa yang dikelola BUMDes Abinaya Mandiri bersama warga tersebut akan rampung dalam beberapa tahun ke depan. Sebab, anggaran pembangunan yang bersumber dari bantuan keuangan (BK) desa dan pokok pikiran (pokir) ini masih akan disempurnakan melalui penambahan berbagai fasilitas wisata dan wahana menarik serta kekinian.
Di sisi lain, agar masyarakat setempat turut memiliki, desa lantas berinisiatif memberikan ruang investasi melalui lelang terbuka dari bulan November ini. Di mana, hasil investasi nanti diputar kembali untuk menggerakkan roda wisata desa Brangkal Firal Park. ”Kalau dari RAB (rencana anggaran biaya) kebutuhan wisata desa ini mencapai Rp 17 miliar. Karenanya, kami berharap ke depan, wisata desa tersebut menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes). Sekaligus memberi manfaat bagi warga,” tandas perempuan yang pernah mengajar di SDN Brangkal 1 dan SMPN 1 Jatirejo ini. (ris)
Editor : Hendra Junaedi