Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Mulai Pemdes, Kecamatan, hingga PLKB Kolaborasi Tekan Stunting

Fendy Hermansyah • Rabu, 29 Oktober 2025 | 16:25 WIB
FOKUS: Camat Trowulan Mujiono S.Pd, S.Sos, MM, memberikan arahan terkait pencegahan stunting kepada peserta Rembug Stunting di Balai Desa Kejagan Kecamatan Trowulan.
FOKUS: Camat Trowulan Mujiono S.Pd, S.Sos, MM, memberikan arahan terkait pencegahan stunting kepada peserta Rembug Stunting di Balai Desa Kejagan Kecamatan Trowulan.

Penurunan angka stunting saat ini menjadi prioritas yang utama baik Pemerintah daerah hingga pemerintah desa. Mereka fokus mengentas penurunan angka stunting agar generasi penerus bangsa dan negara bisa lebih sehat.

PEMERINTAHAN Desa Kejagan Kecamatan Trowulan berkolaborasi dengan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) serta Kecamatan Trowulan menggelar acara Rembug Stunting di Balai Desa Kejagan, Selasa (28/10) pagi.

Acara dihadiri Camat Trowulan, Mujiono S.Pd, S.Sos, MM, Desa, Djoni Kuswinarto, SH (Penyuluh PLKB Madya) dan Kepala Desa Kejagan, Sri Upoyono, Bidan Desa Hevarin Diastri selaku Kepala tim yang menangani pencegahan stunting, Rina Wahyu Indarti dari bagian gizi, Dita Vidya Wijaya serta Ketua PKK Desa Kejagan, Yuliana Puspitaningsih.

Kepala Desa Kejagan Sri Upoyono berterima kasih kepada Camat Trowulan karena rembug stunting bisa memberikan pencegahan yang preventif terhadap masyarakat. ’’Semoga dengan adanya rembug stunting ini bisa memberikan hasil yang positif sesuai dengan yang diharapkan kita semuanya. Yakni, bisa menjadikan semua warganya sehat,’’ katanya.

Mujiono, Camat Trowulan mengatakan langkah awal untuk mengatasi stunting yakni mendampingi pemberian pil tambah darah untuk remaja putri baik di tingkat SMP, madrasah, SMA dan SMK. ’’Dengan penambahan pil tambah darah diharapkan remaja putri bisa tambah sehat dan nantinya menjadi ibu yang sehat terus melahirkan bayi yang sehat pula,’’ katanya.

Ia melanjutkan, setelah pendampingan remaja putri juga ada pendampingan calon pengantin. Pendampingan bagi calon pengantin salah satunya yakni memberikan imunisasi. Selanjutnya dari KUA juga ada pendampingan untuk menjadi keluarga sehat dan seterusnya. Setelah pendampingan untuk calon pengantin sampai menikah maka pendampingan meningkat kelasnya. Yakni, pendampingan untuk ibu hamil, ibu pasca hamil hingga bayi di bawah 2 tahun. ’’Jadi siklus ini harus membutuhkan pendampingan yang maksimal agar anak bisa sehat dan angka stunting bisa menurun,’’ tegas Mujiono.

Pada tempat yang sama, Djoni Kuswinarto.SH (Penyuluh PLKB Madya) menjelaskan rembug stunting ini yakni ngobrol bareng mencari solusi bagaimana caranya stunting itu turun. ’’Rembug stunting di desa wajib dilaksanakan setahun 1 kali,’’ katanya.

Upaya percepatan penurunan stunting di Trowulan saat ini dibantu kader TPK, yakni, kader KB, PKK dan kesehatan. ’’Ada sekitar 144 kader yang akan mendampingi dalam hal penurunan stunting,’’ rincinya Djoni.

Menurutnya, sasaran yang wajib ada pendampingan yakni Keluarga Resiko Stunting (KRS) yang meliputi, calon pengantin, ibu hamil dan ibu pasca melahirkan serta bayi di bawah lima tahun. Berikut data kumulatif hasil pendampingan KRS hingga September 2025 dari 18 desa di Kecamatan Trowulan. Antara lain; jumlah calon pengantin yang didampingi sekitar 312 orang, Jumlah ibu hamil yang didampingi 1.249 orang, jumlah ibu pasca melahirkan 432 orang dan jumlah Baduta sekitar 2.890 orang.

Pihaknya berharap sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan PLKB bisa membuahkan hasil maksimal. Yakni, penurunan angka stunting secara signifikan di Kecamatan Trowulan. ’’Semoga dengan adanya pendampingan yang signifikan dan konsisten dari kader-kader ini bisa membantu penanganan dan penurunan stunting di Kecamatan Trowulan,’’ pungkasnya. (dik/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#penggerak pkk #trowulan mojokerto #kejagan #Penurunan angka stunting