Peningkatan ekonomi masih menjadi prioritas utama program Pemerintah Desa (Pemdes) Menanggal, Kecamatan Mojosari. Salah satunya dengan mengembangkan usaha kecil menengah (UKM) lokal, khususnya di Dusun Kwarengan yang terkenal dengan usaha kuliner dan makanan ringan.
Agar produk bisa lebih dikenal lebih luas, pemdes bersama warga merintis pasar kaget yang digelar setiap akhir pekan. Berlangsung sejak Maret lalu, pasar kaget atau car free day (CFD) yang berlangsung di jalan antardusun ini terus digeber agar menyedot banyak pengunjung. Khususnya dari desa lain yang tertarik berbelanja di pasar yang dikelola langsung oleh kelompok masyarakat (pokmas) itu.
Untuk lebih menarik simpati, wisatawan juga disuguhi dengan hiburan tradisional, seperti bantengan atau kuda lumping. Termasuk sarana olahraga senam pagi bersama atau voli di lapangan sekitar lokasi. ’’Kami galakkan warga Dusun Kwarengan yang sebelumnya perajin batu bata dan genteng, beralih ke produk UMKM kuliner atau makanan ringan. Kami fasilitasi dengan pasar kaget yang dikelola oleh pokmas dan warga dusun,’’ ungkap Kepala Desa Menanggal Mochammad Irvan.
Dengan pasar kaget ini, diharapkan ekonomi warga terus berputar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan melonjak tajam seiring perpindahan ibu kota Kabupaten Mojokerto ke kawasan Mojosari. Perpindahan ibu kota itu diwacanakan berada di sekitar Stadion Gajah Mada Mojosari atau berdekatan dengan Desa Menanggal. ’’Kami siapkan potensi UKM dan UMKM agar roda ekonomi terus meningkat seiring perpindahan ibu kota Kabupaten Mojokerto ke Mojosari,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi